Kemampuan khusus apa yang dimiliki Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, sehingga ditunjuk sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional? Pertanyaan itu akhirnya dijawab Kementerian Pertahanan.
Menurut Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Karo Infohan Setjen Kemhan, keahlian Noe Letto difokuskan pada kontribusi pemikiran strategis yang bersifat lintas disiplin. “Jadi, bukan cuma soal militer atau politik konvensional,” jelas Rico, Minggu (18/09/26).
“Ia membawa perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis. Hal-hal semacam ini penting untuk memperkaya kajian di DPN,” tambahnya.
Lalu, seperti apa latar belakangnya? Ternyata, pria 46 tahun ini adalah lulusan Universitas Alberta, Kanada. Ia menyandang gelar Bachelor of Mathematics dan Bachelor of Science with Honors di bidang Fisika. Tapi dunia akademik bukan satu-satunya panggungnya.
Di luar itu, Noe juga aktif mengelola komunitas Maiyah, sebuah forum diskusi publik yang rutin digelar. Ia sering muncul sebagai pembicara dengan topik yang amat beragam, mulai dari budaya, agama, filsafat, hingga sains dan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan.
Di sisi lain, publik mungkin lebih mengenalnya sebagai vokalis band Letto. Ia juga terlibat dalam Kiai Kanjeng, kelompok kesenian gamelan dan musik kontemporer yang digagas ayahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.
Bersama sebelas orang lainnya, Noe baru saja dilantik sebagai tenaga ahli oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPN RI.
Artikel Terkait
Guru Honorer Menangis, Janji Dua Juta Rupiah yang Ternyata Hanya Fatamorgana
Dedi Mulyadi Gebrak Tambang dan Perumahan, 60% Pajak Galian untuk Warga
KPK Sita Uang Tunai Puluhan Juta Rupiah di Rumah Wali Kota Madiun
Menginap di Hotel, Satu Pohon Tumbuh di Lahan ITERA