Mojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran, akhirnya angkat bicara. Kali ini, soal ancaman perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Dengan nada tegas, ia berjanji akan terus menuntut balas untuk setiap kematian sejak konflik ini berkecamuk.
Pernyataannya disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, Kamis lalu.
"Pembalasan yang sudah kami lakukan baru secuil," katanya, mengutip pernyataan yang dibacakan untuk publik.
"Tapi urusan ini belum selesai. Ini akan tetap jadi prioritas utama kami sampai semua terbayar."
Di sisi lain, Khamenei tak lupa mengucapkan terima kasih. Ucapan itu ditujukan kepada sekutu-sekutu bersenjatanya yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Mereka, menurutnya, adalah bagian dari apa yang disebut 'Front Perlawanan'.
"Rasa terima kasih yang tulus saya sampaikan untuk para pejuang di sana," lanjutnya, lagi-lagi melalui penyiar televisi.
Tanpa menyebut nama secara langsung, maksudnya jelas merujuk pada Hizbullah di Lebanon, milisi Houthi di Yaman, dan berbagai kelompok bersenjata pro-Iran di Irak. Mereka selama ini menjadi ujung tombak pengaruh Teheran.
Latar belakangnya, Mojtaba adalah putra kedua Ali Khamenei, pemimpin tertinggi sebelumnya. Sang ayah meninggal dunia bukan karena usia. Ali Khamenei tewas dalam sebuah serangan yang ditudingkan kepada Amerika dan Israel di Teheran, akhir Februari lalu. Peristiwa itulah yang kini menjadi pemicu utama tensi yang makin memanas.
Kini, dengan warisan dan dendam itu, Mojtaba memegang kendali. Dunia menunggu, apa langkah konkret berikutnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Komunikasi dan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina
Pemprov DKI Targetkan 445 RW Kumuh Tuntas Ditata hingga 2027, Bantaran Rel Jadi Prioritas
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Faisol Hanif Dialihkan ke Wakil Menko Pangan
AS Genjot Produksi Fosil, Cina Kuasai Teknologi Hijau: Dua Jalur Perebutan Kepemimpinan Energi Global