"Nah, menurut data terakhir, hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 setu," ungkap Prasetyo. Angkanya menyusut drastis. Bayangkan, reservoir alami yang hilang itu jumlahnya ratusan. Dampaknya jelas terasa saat musim hujan tiba.
Merespon hal ini, Presiden Prabowo Subianto punya perhatian khusus. Prasetyo menyebut, Prabowo menginginkan penyelesaian yang komprehensif, dari hulu sampai hilir. Bukan sekadar menanggulangi saat banjir sudah terjadi.
Untuk itu, dibentuklah tim teknis. Tim ini akan diisi oleh perwakilan dari berbagai kementerian, seperti Kemenko Infrastruktur, PU, ATR/BPN, hingga Kehutanan dan Pertanian.
"Karena ini lintas provinsi," jelas Prasetyo, menekankan perlunya koordinasi yang solid. Tujuannya satu: menganalisa dan mencari solusi permanen agar masalah banjir ini bisa dituntaskan secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Menginap di Hotel, Satu Pohon Tumbuh di Lahan ITERA
Prabowo Teken Piagam Perdamaian di Davos, Soroti Peluang Damai Gaza
Bima Arya Soroti Biaya Rekayasa Cuaca, Anggap Sistem Pompa Surabaya Lebih Realistis
Konvoi Bantuan DDII Bergerak Lagi, Sasar Korban Bencana Sumatra Jelang Ramadan