Utang Indonesia Tembus Rp 800 Triliun di 2025, dan Masih Akan Naik
Angkanya mencengangkan. Sepanjang tahun 2025 ini, pemerintah Indonesia tercatat menambah utang lebih dari Rp 800 triliun. Kalau dilihat dari kecepatannya, bukan hal mustahil utang negara bakal menyentuh Rp 10.000 triliun di tahun 2026. Bisa jadi di awal tahun, atau mungkin di pertengahan. Yang jelas, trennya mengarah ke sana.
Lalu, apa konsekuensinya? Pemerintah akan menghadapi beban yang sangat berat di tahun depan. Mereka harus menyiapkan dana sekitar Rp 600 triliun hanya untuk membayar bunga utang. Belum lagi pokok utang yang jatuh tempo, yang nilainya sekitar Rp 800 triliun.
Jadi, coba bayangkan. Bahkan sebelum membiayai program apa pun, negara sudah harus mencari uang segila Rp 1.400 triliun. Pertanyaannya, dari mana uang sebanyak itu datang?
Jawabannya cenderung monoton: berutang lagi. Skemanya seperti lingkaran setan. Utang baru dipakai untuk menutup utang lama sekaligus membayar bunganya. Kita seolah-olah terus menggali lubang baru untuk menutup lubang yang lama.
Parahnya, siklus ini sudah seperti candu. Andai utang dihentikan sekarang, bisa-bisa perekonomian langsung kolaps. Situasinya memang serius.
Artikel Terkait
Ironi di Balik Status ASN: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Jatuh Lebih Rendah dari Honorer
Di Pasar Nostalgia Surabaya, Barang Loak Berubah Jadi Harta Karun
Anies Baswedan dan Taruhan Besar di Balik Partai Gerakan Rakyat
Indonesia dan Tujuh Negara Muslim Jawab Undangan Dewan Perdamaian Trump