Jenazah 105 Warga Gaza Dikembalikan Israel, Termasuk Syuhada Banjir Al-Aqsa
Israel menyerahkan 105 jenazah warga Gaza dalam pertukaran tawanan pada 16-18 Oktober. Di antara jenazah yang dikembalikan tersebut adalah para syuhada pejuang Gaza yang gugur dalam serangan Banjir Al-Aqsa 7 Oktober 2023, termasuk Asy-Syahid Abu Ammuna.
Profil Asy-Syahid Abu Ammuna: Pejuang Gaza yang Gugur
Setelah dua tahun dinyatakan hilang, jenazah Syekh Abdur Rahim Abu Ammuna akhirnya dapat dikenali. Ia merupakan salah satu pejuang utama dalam operasi 7 Oktober, seorang yang dikenal dengan kelapangan hatinya dan keteguhan imannya.
Pribadi yang Dikenal Sebagai Al-Quran Berjalan
Menurut Syaikh Mahmud Hasanat, Abu Ammuna digambarkan bagaikan Al-Quran yang berjalan di muka bumi. Ketampanan wajahnya memancarkan ketenangan ayat-ayat suci, sementara lisannya senantiasa mengingatkan pada pentingnya berdzikir kepada Allah.
Kehidupan Ibadah yang Konsisten
Abu Ammuna dikenal sebagai pribadi yang menghidupkan malam dengan munajat kepada Rabbnya saat orang lain tertidur. Ia rutin berpuasa di siang hari, melebur dahaga dalam cinta kepada Allah. Kemalasan tak pernah menyentuh tekadnya, dan dunia tak pernah menguasai hatinya.
Da'i dengan Hati Lembut dan Bashirah Tajam
Ia tak dikenal kecuali sebagai seorang da'i yang tulus, lembut hati, dan memiliki pandangan yang mendalam. Tak pernah terdengar darinya kecuali kalimat zikir, dan tak pernah terlihat kecuali di barisan terdepan dalam shalat berjamaah.
Peran dalam Serangan Banjir Al-Aqsa 7 Oktober
Ketika seruan jihad bergema pada 7 Oktober 2023, Abu Ammuna langsung melesat tanpa ragu bagaikan air bah yang penuh berkah. Ia membawa keyakinan teguh di dadanya bahwa mati di jalan Allah adalah kehidupan sejati. Ia termasuk di antara yang pertama menyerbu, melangkah dengan senyuman ke arah langit setelah menjual jiwanya kepada Allah.
Warisan yang Ditinggalkan
Abu Ammuna meraih kesyahidan yang selalu dicita-citakannya, meninggalkan perjalanan hidup yang harum, kenangan yang membangkitkan iman di hati, dan kedamaian yang melintas di jiwa. Kepergiannya mengingatkan bahwa jalan Allah tak pernah menyia-nyiakan mereka yang menempuhnya dengan ikhlas.
Semoga Allah merahmatinya, ia telah menjadi syahid sebelum terbunuh, telah hidup sebelum dikenali, dan akan tetap hidup setelah kepergiannya.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Penguatan Pelayanan Publik dan Kemandirian Fiskal
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Inter Milan Gagal Pertahankan Keunggulan Dua Gol, Ditahan Imbang Torino 2-2
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara