Lewat sebuah cuitan di akun X-nya, @IsraeliPM, Rabu kemarin, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengonfirmasi sesuatu. Dia menerima undangan dari Presiden AS Donald Trump. Isinya? Ajakan untuk bergabung dengan apa yang disebut Dewan Perdamaian Gaza.
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan telah menerima undangan Presiden Donald Trump, dan akan bergabung jadi anggota Dewan Perdamaian yang terdiri dari para pemimpin dunia,"
Begitu bunyi pernyataan resmi dari kantornya.
Tapi, di balik konfirmasi itu, ada cerita lain yang bikin heboh. Netanyahu ternyata bakal absen dari acara peresmian dewan tersebut di Davos, Swiss, yang rencananya digelar Kamis (22/1). Alasannya cukup serius. Dia dikabarkan menghindari kemungkinan ditangkap.
Soalnya, pemerintah Swiss sudah angkat bicara. Mereka bilang akan menghormati surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk Netanyahu. PM Israel itu dituduh terlibat kejahatan perang.
"Sebagai pihak dalam Statuta Roma, Swiss wajib bekerja sama dengan ICC,"
Kantor Keadilan Federal Swiss memberi penjelasan seperti itu kepada media Haaretz.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional