Lalu, Apa Sih Dewan Perdamaian Ini?
Ini adalah gagasan Trump. Bagian dari fase kedua rencana gencatan senjata di Gaza, dewan ini punya tugas besar. Mereka akan mengawasi proses rekonstruksi, urusan investasi, dan tentu saja, pendanaan skala besar untuk Gaza pasca-konflik. Trump sendiri yang akan memegang kendali penuh atas kepemimpinan dan komposisi anggotanya.
Kalau mau jadi anggota tetap, harganya tak main-main: setor satu miliar dolar AS, atau hampir Rp 17 triliun. Meski begitu, puluhan negara sudah menyatakan minat. Trump disebut mengundang sekitar 60 negara.
Indonesia termasuk di dalamnya. Mereka bergabung bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim lain, seperti UEA, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir. Di sisi lain, ada juga negara-negara seperti Vietnam, Belarusia, hingga Argentina yang ikut serta.
Tokoh-tokoh penting seperti Menlu AS Marco Rubio dan mantan PM Inggris Tony Blair juga disebut-sebut akan ambil peran kunci.
Dengan skema dan ambisinya yang besar, banyak pengamat yang mulai berkomentar. Mereka bilang, dewan besutan Trump ini nantinya bisa jadi pesaing serius bagi Dewan Keamanan PBB. Memang, wacana ini masih perlu dibuktikan. Tapi gaungnya sudah terdengar di mana-mana.
Artikel Terkait
Jalan DI Pandjaitan Lumpuh, Pengendara Terjebak Banjir dan Macet Mencekam
Wali Kota Yogyakarta Siapkan Wamira untuk Kendalikan Harga Sembako di Kampung
Panglima TNI Serius Tinjau Kesiapan Prajurit dan Dukung Ketahanan Pangan di Garut
Izin 28 Perusahaan Dicabut, Tapi Operasi di Lapangan Masih Berjalan