Sejak Kamis pagi (22/1), Jakarta diguyur hujan yang tak kunjung reda. Intensitasnya bukan main, dari lebat sampai ekstrem. Situasi ini seolah membenarkan peringatan BMKG yang sudah lebih dulu disuarakan: akhir Januari 2026 bakal diwarnai eskalasi hujan yang serius.
Namun begitu, waspada tak cuma untuk warga Ibu Kota. Imbauan resmi BMKG menyasar wilayah yang lebih luas, mengingat potensi cuaca ekstrem ini diprediksi akan melanda banyak provinsi di Tanah Air.
Melalui analisis terkininya, BMKG memproyeksikan peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah. Wilayahnya membentang dari Sumatera bagian selatan, meliputi Jawa, Bali, sampai ke Nusa Tenggara. Puncaknya diperkirakan terjadi menjelang akhir bulan ini.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, membeberkan penyebabnya. Saat ini, gangguan di atmosfer memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Nah, kondisi inilah yang berpotensi memicu banjir, longsor, dan kacau balaunya transportasi di daerah terdampak.
Bibit Siklon hingga Monsun Asia
Lalu, apa saja faktor teknis di balik cuaca buruk sepekan ke depan? Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut ada beberapa. Salah satunya adalah bibit siklon tropis atau bibit badai.
Di sisi lain, Monsun Asia juga sedang menguat sampai tanggal 23 Januari nanti. Fenomena ini dibarengi seruakan dingin atau cold surge yang cukup signifikan dari daratan Asia. Imbasnya, kecepatan angin di Laut China Selatan meningkat dan memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa termasuk Indonesia.
Belum cukup sampai di situ. Kondisi tadi bertemu dengan kelembapan udara yang tinggi di lapisan atmosfer bawah hingga menengah. Hasilnya? Atmosfer jadi sangat labil dan mendukung penuh proses konvektif skala lokal. Kombinasi semua faktor inilah yang secara aktif memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah.
Artikel Terkait
Iran Balikkan Starlink Jadi Perangkap, Pengguna yang Ditunggu Malah Tertangkap
Tabrakan Maut di Perlintasan Kosong, Sembilan Nyawa Melayang di Tebing Tinggi
Enam Jenazah Korban Kecelakaan Pangkep Ditemukan di Medan Terjal Gunung Bulusaraung
Teriakan Minta Tolong di Karangwuni, Pria Ditemukan Terborgol dan Berdarah