Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia

- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30 WIB
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia

JAKARTA Kabar itu datang bak tamparan. Dunia sepak bola internasional dikejutkan oleh keputusan Iran: mereka dikabarkan bakal angkat kaki dari Piala Dunia 2026. Lagi-lagi, kita diingatkan bahwa lapangan hijau seringkali tak bisa lepas dari peta politik global yang panas.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, yang menyampaikan sikap pemerintahnya. Pemicunya jelas: situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat agenda olahraga internasional tiba-tiba jadi bukan prioritas. Di sisi lain, keamanan pemain dan stabilitas nasional dianggap jauh lebih penting ketimbang berlaga di turnamen bergengsi.

Semua ini berawal dari serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran. Serangan itu, yang konon merenggut nyawa pemimpin tertinggi Ali Khamenei, langsung memicu kemarahan besar. Respons balasan Iran pun tak tanggung-tanggung, menyasar pangkalan militer AS di kawasan itu. Suasana jadi makin runyam.

Dalam kondisi seperti ini, bagaimana mungkin pemerintah Iran mengizinkan timnasnya bertanding di negara yang dianggap sebagai musuh? Apalagi, mayoritas laga Iran dijadwalkan digelar di Amerika Serikat. Bagi publik domestik, hal itu jelas sulit diterima.

Padahal, Iran sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Mereka masuk Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Jadwalnya pun sudah keluar: dua pertandingan di Los Angeles, satu lagi di Seattle. Tapi rencana bisa berubah total ketika politik ikut campur.

Menurut sejumlah saksi, pernyataan Donyamali di televisi pemerintah terdengar sangat tegas. "Kondisi keamanan saat ini tidak memungkinkan kami bertanding di sana," katanya, merujuk pada Amerika Serikat. Nada suaranya meninggi, penuh keyakinan.

Di tengah kegaduhan ini, FIFA berusaha menjaga netralitas. Presidennya, Gianni Infantino, bahkan sudah bertemu dengan Donald Trump di Washington. Mereka membahas kesiapan penyelenggaraan turnamen yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada itu.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar