Luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat terus bertambah hingga mencapai 34,1 hektare pada Kamis sore, 11 Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dari catatan pagi hari yang masih berada di kisaran 31,1 hektare, menandakan api masih terus meluas di sejumlah titik.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal, mengungkapkan bahwa wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Bubon. "Hingga sore ini, total area yang terdampak karhutla mencapai 34,1 hektare. Wilayah terparah berada di Kecamatan Bubon dengan total 25 hektare lahan terbakar," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran titik api di Kecamatan Bubon meliputi Desa Beurawang seluas 15 hektare dan Kuta Padang Layung seluas 10 hektare. Sementara itu, Kecamatan Samatiga mencatatkan lahan terbakar di Desa Cot Seumeureung seluas 4 hektare. Di Kecamatan Meureubo, luas lahan yang hangus mencapai 2,6 hektare yang tersebar di dua titik di Desa Ujong Tanoh Darat, masing-masing seluas 1,6 hektare dan 1 hektare.
Kecamatan Johan Pahlawan juga tidak luput dari bencana ini dengan total lahan terbakar sekitar 1,5 hektare, meliputi Desa Lapang seluas 1 hektare dan Desa Seuneubok seluas 0,5 hektare. Adapun di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, luas lahan yang terbakar mencapai 1 hektare. Kemunculan titik-titik api ini terdeteksi secara bertahap sejak akhir Mei lalu melalui aplikasi Lancang Kuning, SiPongi , serta laporan langsung dari masyarakat.
Merespons kondisi darurat tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan baik melalui jalur darat maupun udara. Pemadaman dari darat telah konsisten dilakukan sejak 31 Mei 2026 hingga hari ini. Pada Kamis, tim fokus melakukan patroli pemantauan di Kecamatan Bubon serta penanganan intensif di Desa Cot Seumeurueng, Kecamatan Samatiga.
Di sisi lain, operasi udara melalui metode modifikasi cuaca telah dijalankan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 3 hingga 10 Juni 2026. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pemadaman di area-area yang sulit dijangkau. Selain itu, aksi water bombing menggunakan helikopter BNPB juga dikerahkan mulai 7 Juni hingga saat ini.
Operasi pemadaman api ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebakaran Universitas Teuku Umar (UKM PK UTU), hingga masyarakat setempat. "Tim gabungan dipastikan akan terus bersiaga di lokasi hingga seluruh titik api benar-benar padam total," tegas Teuku Ronal.
Artikel Terkait
Pembangunan Manusia Bukan Sekadar Cetak Individu Hebat, Tapi Butuh Ruang Perjumpaan dan Kepercayaan
Trump Akui Ingin Kuasai Pulau Kharg Iran, Tapi Ragukan Keberanian AS
Pramono Anung Targetkan Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun
Golkar Bantah Bahlil Maju Capres 2029, Idrus Marham Sebut Isu Tak Berdasar