Keberhasilan acara ini, kata Nasril, dapat dukungan penuh dari Farizal Marzuki, S.Sos., M.A. "Dukungan itu bentuk nyata komitmen kami untuk tingkatkan literasi digital para pendidik," ucapnya.
Ia juga menekankan, workshop ini jadi bukti kolaborasi solid antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Nasril dibantu langsung oleh mahasiswa: Muhammad Naufal A., Erik Andika Bagaskara, dan Muhamad Farid. Mereka bertindak sebagai pendamping teknis yang siap membantu peserta.
Peran mahasiswa ternyata nggak cuma di sisi teknis. Mereka juga memberi pendampingan dengan komunikasi yang cair dan solutif, bikin peserta merasa lebih santai dan terbantu.
Buat mahasiswa sendiri, ini pengalaman berharga. Mereka bisa mengasah kemampuan komunikasi, kerja tim, sekaligus menerapkan ilmu dari kampus. Kolaborasi semacam ini memang jadi semangat LP3I Jakarta: menciptakan lulusan yang siap terjun dan berkontribusi langsung.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Dari diskusi, tanya jawab, sampai praktik. Banyak yang bilang workshop ini membuka wawasan baru dan memberi skill yang relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Portofolio online dinilai bisa bantu mereka menampilkan profil secara lebih modern dan mudah dijangkau baik oleh institusi, mitra kerja, atau masyarakat umum.
"Dengan ini, LP3I Jakarta Kampus Depok tegaskan komitmen dukung transformasi digital di pendidikan," jelas Nasril.
Ia berharap, kegiatan ini jadi langkah awal bagi para pendidik untuk terus kembangkan kompetensi digital mereka. Teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang profesionalisme.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa dikembangkan dengan cakupan lebih luas dan materi yang lebih mendalam. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat juga perlu diperkuat.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional