Sejak Kamis pagi, tepatnya di jam-jam orang pada berangkat kerja atau sekolah, Jakarta diguyur hujan yang luar biasa lebat. Rasanya langit seperti bocor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung menaikkan statusnya: Ibu Kota masuk level Awas untuk hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem.
Informasi resmi ini baru dikeluarkan BMKG pada siang harinya, tapi warga sudah merasakan dampaknya sejak subuh. Status "Awas" itu ternyata berlaku untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, tanpa terkecuali.
Mulai dari Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, Selatan, sampai Kepulauan Seribu semuanya masuk dalam zona merah peringatan dini cuaca. Cukup mengejutkan, karena sebelumnya statusnya masih bercampur, ada yang Waspada dan ada yang Siaga. Kini semuanya naik satu level penuh.
Menurut penjelasan BMKG, leveling ini nggak main-main. Ini menunjukkan prediksi akumulasi hujan harian yang paling tinggi di suatu wilayah. Intinya, bukan hujan biasa.
Dampaknya? Sudah bisa ditebak. Sejumlah titik langsung terendam genangan, bahkan banjir. Lalu lintas pun kacau balau. Di Jalan DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, air sudah menggenangi badan jalan. Begitu pula di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Suasana pagi itu benar-benar kacau oleh hujan dan kemacetan parah.
Namun begitu, di saat berita ini ditulis, hujan lebat di beberapa wilayah Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski langit masih kelabu, setidaknya intensitasnya sudah tidak seganas tadi pagi. Warga pun mulai sedikit lega, sambil bersiap menghadapi kemungkinan hujan susulan.
Artikel Terkait
Kementan Akselerasi Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Antisipasi Kekeringan
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu