Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali jadi sorotan. Lantas, bagaimana dampaknya buat perekonomian dan sektor keuangan kita di Indonesia? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara soal ini.
Menurut Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, para pelaku di industri jasa keuangan memang masih terus memantau perkembangan global. Risiko dari dinamika hubungan AS-Venezuela itu jadi perhatian serius, terutama terkait stabilitas politik dan pasar keuangan dunia.
“Namun dalam jangka pendek sampai saat ini dapat dilihat bahwa dampak langsungnya kepada Indonesia, dari kemungkinan pengaruh dari produksi dan harga minyak dunia maupun dari segi harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia, itu tidak terlihat atau belum terlihat sama sekali dampak langsung seperti itu,”
Ucap Mahendra dalam Konferensi Pers RDKB, Jumat (9/1) lalu.
Meski begitu, kata dia, situasinya tetap nggak bisa dianggap enteng. Kewaspadaan harus dijaga, khususnya untuk jangka menengah ke depan. Soalnya, eskalasi ketegangan berpotensi besar bikin suasana jadi makin tidak pasti pertumbuhan ekonomi global bisa terpengaruh, stabilitas keuangan pun ikut goyah.
“Nah yang membuat tentu makin sulit adalah karena peristiwa tadi kembali membuktikan bahwa kondisi stabilitas politik yang disebabkan oleh pelanggaran kedaulatan dan wilayah suatu negara oleh negara lain itu dapat dilakukan tanpa sanksi yang setimpal yang malah justru makin kerap dilakukan di dunia belakangan ini,”
tutur Mahendra lagi.
Artikel Terkait
United Tractors Gencar Bor, Suntik Rp23,8 Miliar untuk Eksplorasi Nikel dan Emas
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung