Prabowo Gandeng 24 Profesor Inggris untuk Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia

- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:30 WIB
Prabowo Gandeng 24 Profesor Inggris untuk Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia

Di tengah kesibukan kunjungan kerjanya ke London, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk sebuah pertemuan khusus. Ia duduk bersama dua puluh empat profesor yang datang dari berbagai kampus ternama di Inggris Raya. Pertemuan ini, menurut Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, digelar untuk menjajaki peluang baru di dunia pendidikan.

“Bapak Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas top di Inggris Raya,” ujar Teddy, seperti yang terekam dalam channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis lalu.

Ia kemudian menyebutkan beberapa nama kampus yang hadir. “Jadi ada King’s College, ada Oxford University, Imperial College, kemudian Edinburgh, gitu ya kira-kira, dan 20 lainnya.”

Lalu, apa yang dibahas dalam pertemuan itu? Intinya adalah kerja sama. Prabowo punya rencana ambisius untuk membangun sepuluh kampus baru di dalam negeri, dan ia ingin menggandeng para ahli dari Inggris untuk mewujudkannya.

“Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran. Kemudian di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), itu nanti beliau akan buat di Indonesia,” jelas Teddy.

Harapannya jelas. “Dengan profesor-profesor kemarin dari top university di Inggris, akan bisa kerja sama,” tambahnya.

Bentuk kerja samanya sendiri cukup beragam. Tak hanya menambah kuota mahasiswa Indonesia yang bisa belajar ke Inggris, tapi juga membuka peluang bagi universitas-universitas Inggris untuk membuka cabang di sini. Di sisi lain, pertukaran dosen juga masuk dalam agenda.

“Kemudian yang kedua juga nanti pertukaran dosen. Kira-kira begitu,” papar Teddy. “Jadi ada dari profesor mereka yang nanti akan mengajar di universitas kita.”

Pertemuan itu sendiri tampaknya cukup strategis. Selain para profesor, hadir pula Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan dari Russell Group, asosiasi universitas-universitas terkemuka di sana. Ada target jangka panjang di balik semua ini.

“Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” pungkas Teddy. Sebuah harapan yang, jika kolaborasi ini berjalan mulus, bukan mustahil untuk diwujudkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler