Harapannya jelas. “Dengan profesor-profesor kemarin dari top university di Inggris, akan bisa kerja sama,” tambahnya.
Bentuk kerja samanya sendiri cukup beragam. Tak hanya menambah kuota mahasiswa Indonesia yang bisa belajar ke Inggris, tapi juga membuka peluang bagi universitas-universitas Inggris untuk membuka cabang di sini. Di sisi lain, pertukaran dosen juga masuk dalam agenda.
“Kemudian yang kedua juga nanti pertukaran dosen. Kira-kira begitu,” papar Teddy. “Jadi ada dari profesor mereka yang nanti akan mengajar di universitas kita.”
Pertemuan itu sendiri tampaknya cukup strategis. Selain para profesor, hadir pula Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan dari Russell Group, asosiasi universitas-universitas terkemuka di sana. Ada target jangka panjang di balik semua ini.
“Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” pungkas Teddy. Sebuah harapan yang, jika kolaborasi ini berjalan mulus, bukan mustahil untuk diwujudkan.
Artikel Terkait
Sahrin Hamid Mundur dari Jakpro demi Patuhi Aturan Larangan Rangkap Jabatan
11 Nyawa Melayang di Lubang Tambang Bogor, Asap CO Masih Jadi Misteri
BMKG: Hujan Ekstrem Mengintai Sebagian Besar Wilayah Indonesia
Gelombang 2,5 Meter Paksa Layanan Kapal ke Kepulauan Seribu Dihentikan