Tokoh-tokoh kunci di belakangnya punya nama besar. Mulai dari Menlu AS Marco Rubio hingga mantan PM Inggris Tony Blair. Banyak pengamat yang lalu berkomentar, dewan bentukan Trump ini nantinya bisa saja bersaing langsung dengan Dewan Keamanan PBB.
Bayang-bayang Surat Perintah ICC
Semuanya berawal dari keputusan ICC pada November 2024. Lembaga itu mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kemanusiaan di Gaza. Tuduhannya berat: menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, mengarahkan serangan ke warga sipil, plus pembunuhan dan penganiayaan. Periode yang disorot adalah dari 8 Oktober 2023 hingga 20 Mei 2024.
Meski AS menolak kewenangan ICC, surat itu punya dampak nyata. Netanyahu sekarang harus sangat berhati-hati. Dia menghindari bepergian melalui negara-negara Eropa yang meratifikasi Statuta Roma, memilih rute alternatif yang lebih aman. Situasi yang jelas merepotkan bagi perdana menteri Israel terlama itu.
Di forum WEF nanti, Israel akan diwakili oleh Presiden Isaac Herzog. Herzog sendiri sudah terang-terangan mengecam surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu.
Duka yang Terus Berlanjut di Gaza
Sementara perbincangan tentang dewan perdamaian dan surat perintah penangkapan berlangsung, situasi di tanah Gaza tetap suram. Angka korban jiwa sejak agresi 7 Oktober 2023 terus meroket. Sudah lebih dari 71.500 orang tewas. Yang luka-luka mencapai 171.370.
Dan itu belum final. Ribuan korban lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan. Infrastruktur hancur, akses tim penyelamat sangat terbatas. Setiap hari, jumlahnya bisa saja bertambah. Sebuah tragedi kemanusiaan yang sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Anwar Usman Buka Suara Soal Polemik Raja Bolos di MK
Takziah Berujung Ricuh: Wanita Diamankan Usai Curi Uang Sumbangan Duka
Jakarta Kebanjiran Lagi, 17 Ruas Jalan dan 12 RT Terendam
LP3I Depok Gelar Workshop, Bantu Guru Rakit Portofolio Digital