Benjamin Netanyahu memutuskan untuk tak hadir. Perdana Menteri Israel itu membatalkan kehadirannya dalam peresmian Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Donald Trump. Acara yang rencananya digelar di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1) itu pun harus berlangsung tanpa sosok sahabat dekat Trump tersebut.
Alasannya jelas. Swiss secara resmi menyatakan akan menghormati surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk Netanyahu. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media Israel, Haaretz.
"Sebagai pihak dalam Statuta Roma, Swiss wajib bekerja sama dengan ICC,"
demikian penjelasan singkat dari Kantor Keadilan Federal Swiss, seperti dikutip media.
Lalu, Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?
Ini adalah proyek besar Trump. Dewan Perdamaian dirancang sebagai bagian dari fase kedua gencatan senjata di Gaza, dengan tugas mengawasi rekonstruksi, penarikan investasi, dan pendanaan skala besar di wilayah yang hancur itu. Trump sendiri yang akan memegang kendali penuh atas kepemimpinan dan komposisi dewan.
Caranya? Negara yang ingin jadi anggota permanen harus menyetor dana tak main-main: satu miliar dolar AS. Hampir Rp 17 triliun.
Undangan telah disebar ke sekitar 60 negara. Tanggapannya beragam. Indonesia, bersama tujuh negara Islam lain seperti UEA, Arab Saudi, dan Qatar, menyatakan bergabung. Di sisi lain, negara-negara seperti Vietnam, Belarusia, hingga Argentina juga ikut serta. Tak ketinggalan Israel sendiri, meski pemimpinnya absen di Davos.
Artikel Terkait
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Lumpuhkan Ibu Kota
Hujan Lebat Runtuhkan Rumah Lapuk di Matraman, Satu Penghuni Terluka
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Lumpuhkan Ibu Kota Sejak Subuh
Genangan 50 Cm di Jalan DI Panjaitan, Lalu Lintas Tersendat