Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin, 19 Januari 2026. Waktu penemuannya sekitar pukul dua lebih siang. Lokasinya di jurang curam Gunung Bulusaraung, dengan kedalaman diperkirakan mencapai 200 meter.
Dia adalah korban kedua yang berhasil ditemukan. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya masih relatif utuh meski berada di lokasi yang sulit. Jenazah dalam posisi tengkurap, dengan kaki kanan yang patah.
Proses evakuasi pun membutuhkan usaha ekstra. Butuh waktu hingga Selasa malam, 20 Januari, untuk akhirnya membawa jenazah Florencia ke RS Bhayangkara Makassar. Di sanalah proses identifikasi mendalam dilakukan sebelum akhirnya namanya bisa dipastikan.
Kini, keluarga bisa sedikit bernapas lega meski harus menerima kepastian yang pahit. Pencarian dan identifikasi untuk korban lainnya masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Yusril Soroti Ironi: Indonesia Sasaran Propaganda, RUU Penanggulangan Malah Ditolak
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital
Permainan Licin di Panggung Elite: Meritokrasi Hanya Ilusi?
Lahan Meikarta Dinyatakan Bersih, Siap Dibangun Rusun Bersubsidi