Tim DVI Mabes Polri akhirnya berhasil mengidentifikasi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Jenazah perempuan itu adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang bertugas di pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut.
Pengumuman resmi ini disampaikan langsung oleh Kombes Muhammad Haris, Kepala Bidang Kedokkes Polda Sulsel. Konferensi pers digelar di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu lalu, tanggal 21 November 2026.
Menurut Haris, proses identifikasi ini tidak mudah. Tim harus mencocokkan data post mortem hasil pemeriksaan jenazah dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari kehidupan korban sebelumnya. Data itu meliputi ciri fisik, gigi, sidik jari, hingga barang-barang yang biasa dipakai.
"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan data ante mortem AM004," jelas Haris.
"Teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan, 33 tahun."
Artikel Terkait
Yusril Soroti Ironi: Indonesia Sasaran Propaganda, RUU Penanggulangan Malah Ditolak
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital
Permainan Licin di Panggung Elite: Meritokrasi Hanya Ilusi?
Lahan Meikarta Dinyatakan Bersih, Siap Dibangun Rusun Bersubsidi