Dari seberang perbatasan, di Ciudad Juarez, suara dentuman keras mengguncang udara Selasa lalu. Asap dan debu membubung dari lereng Gunung Cristo Rey di New Mexico. Itu bukan insiden, melainkan ledakan terkontrol yang sengaja dilakukan. Para kontraktor AS sedang membuka jalan dengan bahan peledak untuk proyek tembok perbatasan yang terus merangkak maju.
Menurut pejabat Patroli Perbatasan AS, ledakan itu bagian dari "pekerjaan pembongkaran untuk meratakan medan." Intinya, mereka meratakan tanah yang terjal agar pembangunan tembok bisa berlanjut. Pemerintah federal tampaknya tak mau berhenti.
Namun begitu, di sisi lain perbatasan, pemandangan yang sama diamati dengan sikap waspada. Anggota tentara Meksiko terlihat berjaga. Mereka lengkap dengan seragam tempur dan senjata, mengawasi setiap gerak-gerik dari seberang. Sesekali, beberapa dari mereka mengangkat ponsel untuk merekam aktivitas itu. Seolah ingin mendokumentasikan setiap perkembangan.
Jadi, di satu sisi ada suara mesin dan ledakan, di sisi lain ada keheningan yang tegang. Dua negara, dipisahkan oleh garis imajiner, menyaksikan sebuah gunung diratakan demi sebuah tembok.
Artikel Terkait
Keluarga Bawa Pulang Jenazah Pramugari dari Tebing 500 Meter di Pangkep
35 Ribu Desa Terjepit di Tengah Hutan, Menteri Ungkap Dampak Mencekik
Menu Gratis Berujung Petaka: Ratusan Santri Grobogan Keracunan Usai Santap Makanan Terkontaminasi
Musuh di Balik Pintu: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Ternyata Berasal dari Lingkaran Terdekat