Dari seberang perbatasan, di Ciudad Juarez, suara dentuman keras mengguncang udara Selasa lalu. Asap dan debu membubung dari lereng Gunung Cristo Rey di New Mexico. Itu bukan insiden, melainkan ledakan terkontrol yang sengaja dilakukan. Para kontraktor AS sedang membuka jalan dengan bahan peledak untuk proyek tembok perbatasan yang terus merangkak maju.
Menurut pejabat Patroli Perbatasan AS, ledakan itu bagian dari "pekerjaan pembongkaran untuk meratakan medan." Intinya, mereka meratakan tanah yang terjal agar pembangunan tembok bisa berlanjut. Pemerintah federal tampaknya tak mau berhenti.
Namun begitu, di sisi lain perbatasan, pemandangan yang sama diamati dengan sikap waspada. Anggota tentara Meksiko terlihat berjaga. Mereka lengkap dengan seragam tempur dan senjata, mengawasi setiap gerak-gerik dari seberang. Sesekali, beberapa dari mereka mengangkat ponsel untuk merekam aktivitas itu. Seolah ingin mendokumentasikan setiap perkembangan.
Jadi, di satu sisi ada suara mesin dan ledakan, di sisi lain ada keheningan yang tegang. Dua negara, dipisahkan oleh garis imajiner, menyaksikan sebuah gunung diratakan demi sebuah tembok.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Dukung Aturan Batasi Gawai untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Massa Saat Bubarkan Tawuran di Waktu Sahur
Anggota DPR Soroti Dampak Ganda Program Makan Bergizi Gratis: Ciptakan Lapangan Kerja hingga Gerakkan Ekonomi Lokal
BGN Temukan 78 Dapur Gizi di Solo Raya Langgar Aturan Teknis