Hanya tersisa tulang belulang. Itulah kondisi mengerikan jasad seorang wanita berinisial DH (56) saat ditemukan di rumahnya di kawasan Meruyung, Limo, Depok. Yang membuat kasus ini makin suram, korban diketahui tinggal bersama seorang suami siri. Namun, pria itu kini raib entah ke mana.
Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, mengonfirmasi hal ini pada Minggu (8/3/2026).
"Korban sehari-hari memang tinggal bersama suami sirinya. Tapi sampai saat ini, keberadaan suami siri korban tidak kami ketahui," ujar Chairul.
Tak hanya orangnya yang hilang. Sejumlah harta benda korban juga lenyap. Polisi menyebut ada satu unit sepeda motor Suzuki Adres dengan plat B-6613-ZME yang raib, lengkap dengan kunci kontak dan STNK-nya. Katanya, BPKB motor itu sedang dijaminkan. Satu unit handphone milik korban juga ikut menghilang.
Lantas, bagaimana jasad itu bisa ditemukan?
Semua berawal dari kedatangan anak korban dan pacarnya yang disingkat sebagai R dan L ke rumah tersebut. Mereka berniat bersih-bersih. Kunjungan itu sebenarnya yang kedua kalinya. Sebelumnya, di Februari 2026, mereka juga datang setelah dapat kabar dari seorang tantenya, T, bahwa sang ibu sedang di rumah teman sekolahnya di Sukabumi. Jadi, mereka mengira rumah itu kosong.
Saat Februari itu, keadaan sudah tak biasa. Pintu pagar terkunci gembok dari luar. Mereka terpaksa membukanya paksa. Begitu masuk, pintu rumah justru tak terkunci. Isi rumah berantakan, ada tumpukan pakaian berserakan di lantai. Tapi waktu itu, mereka tak mencium bau mencurigakan apa pun. Karena itu, mereka tak lanjut membersihkan bagian dalam, hanya pekarangan saja. Lalu mereka pergi, mengganti gembok pagar dengan yang baru.
Barulah pada Jumat (6/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB, mereka kembali dan tidur di ruang tengah. Rencananya, esok hari mereka akan membereskan bagian dalam rumah.
Sabtu pagi, sekitar pukul sembilan, mereka mulai bekerja. R membersihkan kamar. Saat ia berusaha merapikan tumpukan pakaian yang terlihat sejak kunjungan sebelumnya, ia berniat memasukkannya ke dalam kantung plastik. Ia menyingkap karpet yang menutupi tumpukan itu.
Dan di situlah kengerian itu muncul.
"Tiba-tiba saksi R melihat sepasang kaki manusia," jelas Chairul, menggambarkan temuan itu. Kondisinya sudah mengering, tinggal tulang saja yang tersisa.
Panik, R dan L langsung melapor ke Ketua RT. Informasi kemudian disampaikan ke Polsek Cinere. Sampai saat ini, penyelidikan masih terus digelar untuk mengungkap misteri di balik kematian DH yang menyedihkan itu.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Kronologi Perusakan Kaca Mobil oleh Dua Sopir Angkot di Kampung Rambutan Dipicu Lawan Arah
Penjaga Kafe di Bandar Lampung Ditangkap, Jadi Anggota Komplotan Pencuri Kabel PLN
Mei 2026 Penuh Tanggal Merah dan Peringatan, Pemerintah Tetapkan Empat Hari Libur Nasional
Puan Maharani Soroti Maraknya Kecurangan UTBK 2026, Desak Evaluasi Sistem Pengawasan