Harapan itu kembali muncul, meski samar. Di tengah hutan lebat Gunung Bulusaraung, tim SAR berhasil menemukan sebuah handphone milik Farhan Gunawan, sang copilot pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak Sabtu lalu. Temuan ini, di kawasan hutan Pangkep, langsung disambut oleh keluarga dengan perasaan campur aduk antara cemas dan optimisme yang tiba-tiba menyala.
Yang bikin harapan mereka makin kuat adalah data dari smartwatch Farhan yang masih terhubung dengan ponselnya. Data itu menunjukkan aktivitas fisik yang signifikan pasca pesawat dinyatakan hilang. Di media sosial, data itu ramai dibicarakan: tercatat 9.000 langkah sekitar pukul enam pagi, dan angkanya terus merangkak naik hingga menyentuh 13.647 langkah menjelang malam hari, Minggu kemarin.
Putri Kandades Hasibuan, salah satu keluarga korban, mencoba menjelaskan temuan yang kini jadi perbincangan itu.
Ungkapnya. Data ribuan langkah itu secara tak langsung memunculkan dugaan adanya pergerakan fisik dari pagi hingga larut malam. Sebuah sinyal yang, dalam situasi seperti ini, terasa seperti secercah cahaya.
Buat keluarga yang sudah menanti dalam ketidakpastian, informasi ini jelas jadi angin segar. Mereka menganggapnya sebagai harapan baru, sekaligus mendesak agar proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan maksimal dan penuh kehati-hatian. Setiap langkah tim SAR sekarang terasa lebih genting.
Artikel Terkait
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions
Valverde Cetak Hattrick, Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Liga Champions
12 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Awal Orde Baru Hingga Pawai Garam Gandhi