Dari semua pemain lokal, Huawei tampaknya akan menjadi pemenang utamanya. Analisis memproyeksikan perusahaan ini bakal mendominasi, menguasai sekitar separuh dari pasar chip AI Tiongkok di tahun 2026. Sementara itu, Cambricon disebut-sebut menargetkan produksi hingga setengah juta unit akselerator AI pada tahun yang sama. Peta kekuasaan benar-benar berubah.
Dampaknya bagi NVIDIA? Sangat serius. Pasar Tiongkok sebelumnya adalah segmen dengan pertumbuhan dan margin keuntungan yang tinggi. Kehilangan dominasi di sana bukan cuma soal angka penjualan yang hilang hari ini, tapi ancaman bagi aliran pendapatan jangka panjang mereka. Ini adalah pukulan strategis.
Analisis ini, pada intinya, menunjukkan satu hal dengan jelas: percepatan kemandirian teknologi Tiongkok. Di tengah tekanan dari Barat, negeri itu justru semakin lincah beringsut, membangun fondasinya sendiri. Dan perubahan ini, tampaknya, baru permulaan.
Artikel Terkait
CSIS Usul Sistem Proporsional Tetap Dipertahankan, Ambang Batas Diturunkan Bertahap
2.080 Pegawai SPPG Resmi Jadi ASN, Guru Honorer Protes Kebijakan yang Dinilai Diskriminatif
Naluri Ayah di Ujung Cakar Beruang: Wandi Selamat Usai Perjuangan Maut di Ladang Manggis
Guru SD di Tangsel Diamankan Diduga Cabuli 13 Murid Laki-laki