Namun begitu, optimisme itu tidak serta-merta diterima semua pihak. Di ruang yang sama, skeptisisme mengental. Pembawa acara Rahmawati menyindir dengan pedas, khawatir semua ini hanya ilusi belaka. “Jangan-jangan itu cuma ngarepdotcom. Penguasa sebelumnya dan yang sekarang sama-sama tidak ada yang asli, semuanya palsu,” sindirnya, menyiratkan ketidakpercayaan yang mendalam.
Suara paling tegas mungkin datang dari kalangan militer. Mayjen TNI (Purn) Soenarko tak sungkan menyampaikan kekecewaannya dengan nada geram. Baginya, ini soal harga diri bangsa yang diinjak-injak.
Tekanan kian menguat. Dan kini, bola sepenuhnya ada di lapangan Prabowo. Menunggu langkah berikutnya.
Artikel Terkait
Tragis di Perlintasan Sinaksak, Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta
Ketika Negara Mengintip Kamar Tidur: Dilema KUHP Baru dan Perkawinan yang Dipidanakan
Dominasi NVIDIA di Pasar AI Tiongkok Diprediksi Rontok ke 8% pada 2026
Demokrasi di Balik Layar: Ketika Oligarki Mengatur Panggung Politik Indonesia