Namun begitu, optimisme itu tidak serta-merta diterima semua pihak. Di ruang yang sama, skeptisisme mengental. Pembawa acara Rahmawati menyindir dengan pedas, khawatir semua ini hanya ilusi belaka. “Jangan-jangan itu cuma ngarepdotcom. Penguasa sebelumnya dan yang sekarang sama-sama tidak ada yang asli, semuanya palsu,” sindirnya, menyiratkan ketidakpercayaan yang mendalam.
Suara paling tegas mungkin datang dari kalangan militer. Mayjen TNI (Purn) Soenarko tak sungkan menyampaikan kekecewaannya dengan nada geram. Baginya, ini soal harga diri bangsa yang diinjak-injak.
Tekanan kian menguat. Dan kini, bola sepenuhnya ada di lapangan Prabowo. Menunggu langkah berikutnya.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama
Lamine Yamal Pecah Kebuntuan, Bawa Barcelona Menang Tipis di Markas Bilbao
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA