Tanggal 8 Maret 2026 nanti, dunia akan kembali memperingati Hari Perempuan Internasional. Kalau ditanya apa fokusnya tahun ini? Intinya jelas: perjuangan untuk hak, keadilan, dan langkah nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan, di mana pun mereka berada.
Nah, soal serba-serbi peringatan tahun ini, kita bisa merujuk pada informasi resmi dari PBB.
Kilas Balik Singkat
Hari Perempuan Internasional itu dirayakan luas, lintas negara. Intinya sih, hari untuk mengapresiasi segala pencapaian perempuan, tanpa peduli latar belakang apa pun. Entah itu suku, bahasa, atau status ekonominya.
Gerakannya sendiri sudah lama banget. Bermula dari aksi-aksi kaum buruh di awal 1900-an, terutama di Amerika Utara dan Eropa. Uniknya, pemilihan tanggal 8 Maret itu punya kaitan erat dengan peran perempuan dalam Revolusi Rusia 1917. Barulah kemudian, PBB secara resmi mengakuinya di tahun 1977.
Sejak itu, gaungnya makin global. Empat konferensi dunia PBB soal perempuan semakin mengokohkannya. Kini, hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum berkumpulnya kekuatan untuk mendorong hak-hak perempuan, termasuk partisipasi penuh di ranah politik dan ekonomi.
Tema untuk 2026: Hak, Keadilan, Aksi
Jadi, nanti tanggal 8 Maret, bakal ada lagi unjuk rasa dan aksi solidaritas di berbagai penjuru. Tujuannya satu: menuntut hak dan keadilan yang setara. Bukan cuma di atas kertas, tapi benar-benar bisa dinikmati dalam kenyataan.
Faktanya saat ini masih timpang. Data menunjukkan, secara hukum, hak yang diakui untuk perempuan rata-rata cuma 64% dari apa yang dimiliki laki-laki. Coba bayangkan. Dalam hal-hal mendasar mulai dari urusan kerja, keamanan, kepemilikan properti, sampai persiapan pensiun aturan yang ada seringkali masih merugikan perempuan.
Makanya, tema tahun 2026 diusung dengan tegas: "Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls".
Seruannya adalah tindakan nyata. Meruntuhkan semua hambatan menuju keadilan: mulai dari hukum yang diskriminatif, penegakan yang lemah, sampai norma-norma sosial usang yang terus menggerogoti hak perempuan.
Puncak acaranya nanti akan berpusat di Markas Besar PBB, New York, lewat forum Komisi Status Perempuan (CSW70). Itu kan forum tahunan terbesar PBB yang khusus membahas kesetaraan gender. Jadi, pesan tahun ini memang ditegaskan: semua bicara tentang hak, keadilan, dan aksi. Tanpa terkecuali.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pengedar Ribuan Butir Obat Keras Ilegal di Bogor
KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Lagi untuk Perkuat Kasus Korupsi Kuota Haji
AS Cegat dan Alihkan Tiga Kapal Tanker Minyak Iran di Perairan Asia
BRI Dorong Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Pertanian Perkotaan BRInita