BNBR Bakal Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru untuk Lunasi Utang

- Minggu, 08 Maret 2026 | 09:40 WIB
BNBR Bakal Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru untuk Lunasi Utang

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akhirnya membeberkan detail rencana rights issue-nya. Perusahaan induk dari konglomerasi ternama itu akan menerbitkan saham baru dalam jumlah yang sangat besar, tepatnya 86,7 miliar lembar saham biasa seri E. Rincian ini tercantum dalam prospektus tambahan yang dirilis Jumat lalu, 6 Maret 2026.

Sebenarnya, persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan saham baru sudah didapat lebih dulu. Dalam RUPSLB yang digelar akhir Februari silam, disepakati penerbitan hingga 90 miliar saham. Jadi, angka 86,7 miliar ini adalah realisasi dari mandat tersebut.

Nah, untuk skema haknya, rasio yang ditetapkan adalah 2:1. Artinya, pemegang saham lama yang punya 2 saham BNBR berhak membeli 1 saham baru. Bagi yang memilih tidak ikut serta, bersiaplah melihat kepemilikan sahamnya terdilusi cukup signifikan, sekitar sepertiga atau 33,33 persen.

Dengan rasio itu, beberapa pemegang saham besar akan mendapat jatah hak yang fantastis. Port Fraser International Ltd menduduki puncak daftar dengan 21,07 miliar HMETD, disusul Fountain City Investment Ltd (19,22 miliar), UOB Kay Hian Pte Ltd (7,3 miliar), Eurofa Capital Investment Ltd (5,8 miliar), dan Levoca Enterprise Ltd (4,6 miliar).

Tapi, ini pertanyaan besarnya: apakah mereka semua akan menggunakan haknya? Sampai saat ini belum ada kepastian.

Meski begitu, manajemen BNBR tampaknya sudah menyiapkan skenario terburuk. Mereka memastikan adanya standby buyer atau pembeli siaga yang siap menampung sisa saham yang tak ditebus. Sayangnya, identitas sang penyelamat ini belum diungkap dalam dokumen prospektus yang beredar.

Lalu, untuk apa uang hasil rights issue yang terkumpul nanti? Tujuannya jelas: bayar utang. Sebagian besar dananya, Rp4,36 triliun, akan dialirkan ke anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), khusus untuk melunasi kewajiban. Penerimanya adalah Hartman International Pte Ltd (Rp3,66 triliun) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (Rp700 miliar).

Tak cuma itu. BNBR juga akan pakai dana segar ini untuk melunasi utang ke PT Bank Mayapada International Tbk senilai Rp1,09 triliun. Ada juga alokasi Rp300 miliar yang akan dipinjamkan ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) guna membangun rest area di Tol Cibitung-Cimanggis. Sisa dananya? Untuk modal kerja.

Satu hal penting yang masih jadi misteri adalah harga tebus rights issue-nya. BNBR belum mengumumkan angka pastinya, dan kemungkinan baru akan terungkap di prospektus final nanti. Namun, jika merujuk pada total kebutuhan dana yang diungkap, analis memperkirakan harga pelaksanaannya sekitar Rp66 per saham. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang harga saham BNBR di pasar yang kini berada di level Rp155.

Terakhir soal jadwal. Perusahaan telah mengeluarkan kalender indikatif. Perdagangan saham BNBR dengan hak (cum right) akan berakhir pada 20 Mei 2026. Sementara itu, tanggal pencatatan bagi pemegang hak dijadwalkan mulai 26 Mei 2026. Tinggal tunggu eksekusinya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar