Target pemerintah pun ambisius. Dari 6 juta orang tadi, mereka ingin 90 persennya mencapai status terkendali. “Ini yang tahun ini kita akan lakukan. Dengan memberikan obat generik murah di puskesmas,” tuturnya.
Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah diabetes. Dari hasil CKG, tingkat pengendalian gula darah dinilai masih sangat rendah. Padahal, dalam istilah yang digunakan Budi, kondisi ini adalah ‘mother of all diseases’, biang dari banyak penyakit kronis.
“Nah itu diberikan obat sama, dikasih Metformin setiap hari dia minum, yang terkendali tuh masih rendah sekali, 6.736,” ungkapnya.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: mendorong deteksi dini dan pengobatan yang konsisten. Logikanya sederhana, lebih baik mengobati sejak dini di puskesmas daripada menanggung biaya rumah sakit yang mahal, atau bahkan kehilangan nyawa.
“Jadi orang yang sudah ada gejala-gejala atau faktor risiko kardiovaskular, itu langsung kita obatin sehingga tidak usah masuk rumah sakit, tidak usah stroke, tidak usah kena serangan jantung ya,” pungkas dia.
Jalan masih panjang. Data dari CKG itu seperti lampu peringatan. Sekarang, tinggal bagaimana aksi nyata menyusul.
Artikel Terkait
Saksi Bisu Perubahan Zaman: 40 Tahun Firman Berdiri di Perempatan Menteng
Target 76 Tahun: Menkes Canangkan Peningkatan Usia Harapan Hidup dan Kualitas Lansia
Amien Rais Mengenang Mohammad Natsir: Pemimpin yang Tak Punya Rumah dan Pesan untuk Zaman Edan
Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK dalam OTT Mendadak