Hadits Shahih: Puasa Ramadhan dengan Iman dan Ikhlas Ampuni Dosa Lalu

- Kamis, 05 Maret 2026 | 07:30 WIB
Hadits Shahih: Puasa Ramadhan dengan Iman dan Ikhlas Ampuni Dosa Lalu

JAKARTA – Bagi seorang muslim, Ramadhan itu ibarat ladang pahala yang terbentang luas. Makanya, jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Perbanyaklah ibadah, raihlah ampunan, dan gapai ketakwaan di bulan yang suci ini.

Nabi Muhammad SAW sendiri pernah menjanjikan, siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan kesungguhan, dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. Beliau akan dijadikan manusia yang bertakwa. Janji itu bukan main-main, lho.

Dasarnya jelas, sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Nah, soal ibadah malam pun ada anjuran khusus. Rasulullah SAW sangat menganjurkan qiyamul lail atau shalat malam di Ramadhan, meski tak sampai mewajibkannya.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Intinya sama, siapa yang menegakkannya dengan iman dan harapan pahala, dosa-dosanya yang lalu diampuni. (HR. Bukhari dan Muslim).

Lalu, amalan apa saja sih yang utama dikerjakan? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Shalat Malam: Tarawih, Tahajud, Witir
Ini amalan yang nggak boleh ketinggalan. Shalat tarawih, tahajud, dan witir punya keutamaan luar biasa di malam-malam Ramadhan. Dasarnya ya hadits tadi, tentang qiyamul lail. Bayangkan, masjid-masjid penuh, suasana hening, doa-doa mengalir. Momentumnya benar-benar spesial.

2. Membaca Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulannya Al-Qur’an. Jibril ‘alaihissalam saja rutin mendatangi Nabi SAW untuk tadarus. Makanya, perbanyaklah baca. Yang menarik, pahalanya besar banget. Setiap huruf yang kita baca diganjar sepuluh kebaikan. Nabi SAW bersabda, “Alif” itu satu huruf, “Lam” satu huruf, “Mim” juga satu huruf. (HR. At-Tirmidzi).

3. I’tikaf
Khususnya di sepuluh malam terakhir. Kenapa? Ini strategi untuk mendapatkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nabi SAW sendiri sangat bersemangat. Aisyah RA bercerita, beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggang. I’tikaf adalah cara untuk fokus total mendekatkan diri.

4. Umrah
Ini yang istimewa. Umrah di bulan Ramadhan pahalanya setara dengan haji. Benar, setara! Sabda Rasulullah SAW, “Bila datang bulan Ramadhan, maka lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadhan itu (pahalanya) menyamai haji.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tentu maksudnya dalam hal pahala, ya. Bukan menggantikan kewajiban haji itu sendiri.

5. Memperbanyak Doa
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 186, bahwa Dia dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa. Nah, di Ramadhan, terutama saat berpuasa, doa mustajab. Nabi SAW menyebut ada tiga orang yang doanya tidak tertolak, salah satunya adalah orang yang berpuasa sampai dia berbuka. Jadi, curahkan isi hati.

6. Memberi Makan Orang Berbuka
Amalan yang sederhana tapi dampaknya luar biasa. Cukup beri sebutir kurma atau seteguk air untuk orang yang berbuka puasa. Pahalanya? Kita dapat pahala seperti pahala orang yang kita beri makan itu, tanpa dikurangi sedikitpun. (HR. At-Tirmidzi). Sungguh investasi akhirat yang tak ternilai.

7. Banyak Bersedekah
Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan. Dan kedermawanan beliau memuncak di bulan Ramadhan. Memberi kelapangan pada keluarga, berbuat baik pada kerabat, dan bersedekah adalah ciri khas bulan ini. Selain pahala, ini membesarkan hati sesama muslim.

8. Menjaga Lisan
Ini penting banget. Puasa bukan cuma menahan lapar dahaga, tapi juga menahan diri dari perkataan kotor, ghibah, dusta, dan adu domba. Nabi SAW mengingatkan, “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya.” (HR. Bukhari). Intinya, jaga kualitas puasa kita.

9. Makan Sahur
Jangan dilewatkan. Meski berat bangun tengah malam, sahur itu penuh berkah. “Makan Sahurlah, karena sahur itu barakah,” sabda Nabi SAW (HR. Bukhari & Muslim). Selain sebagai bekal energi, sahur adalah pembeda dengan puasa ahli kitab.

10. Menyegerakan Berbuka
Kalau adzan Maghrib berkumandang, segeralah berbuka. Itu tanda kebaikan umat ini. Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah), kalau tidak ada dengan kurma biasa, atau cukup dengan air putih. “Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka,” sabda beliau (HR. Bukhari & Muslim).

Itulah sepuluh amalan utama yang bisa kita kerjakan. Ramadhan datang hanya setahun sekali. Mari kita sambut dengan semangat, isi dengan ibadah yang bermakna, dan berharap kita keluar sebagai pribadi yang lebih baik, diampuni dosanya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar