Suasana media sosial kita belakangan ini memang memprihatinkan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tak menampik hal itu. Menurutnya, kondisi di mana sesama masyarakat sipil saling serang dan caci di ruang digital sudah jauh dari kata sehat. Ia melihat fenomena ini justru menggerogoti pondasi yang seharusnya dijaga bersama.
"Karena pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak," ujar Dasco, Jumat lalu.
"Masyarakatakat sipil kita satu sama lain saling mencaci, satu sama lain saling mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan tidak sehat, di medsos itu saya lihat sudah tidak sehat," tegasnya.
Di sisi lain, Dasco sebenarnya tak mempermasalahkan kritik atau masukan dari publik. Itu hal wajar dalam demokrasi. Namun begitu, ia punya harapan besar. Kritik itu, katanya, harus dibangun dengan niat baik dan semangat nasionalisme, bukan sekadar omong kosong atau omon-omon belaka.
"Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," tutur Ketua Harian Partai Gerindra tersebut.
Bagi Dasco, kekompakan masyarakat sipil adalah kunci vital. Tanpanya, pemerintahan yang baik akan sulit diwujudkan. Terutama untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini, yang punya segudang janji kesejahteraan rakyat. Hanya ada satu hal yang benar-benar dibutuhkan: persatuan nasional.
"Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional," jelasnya.
"Baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide, maupun kemudian sumbangsih yang nyata."
Karena itu, Dasco mengajak semua pihak untuk memberi ruang dan waktu. Biarkan pemerintahan yang berjalan sekarang bekerja optimal. Kepercayaan publik, menurut pandangannya, adalah modal awal yang akan membawa bangsa pada kebaikan.
Pertanyaannya kini, seberapa lama masyarakat sipil bisa menjaga persatuan itu?
"Saya justru akan bertanya kepada kawan-kawan sekalian, berapa lama kawan-kawan masyarakat sipil memberikan persatuan nasional kepada Prabowo agar dia punya waktu untuk bisa mewujudkan janji-janjinya buat kesejahteraan rakyat," pungkas Dasco.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia, Sebut Cadangan USD25 Miliar Cukup
Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Tunggu Arahan Presiden untuk Pemindahan
DPRD DKI Tegaskan Perubahan Kebijakan Sampah, Fokus Beralih ke Pengurangan di Sumber
Gus Ipul Gandeng Dua Kepala Daerah Percepat Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin