Pasar saham Indonesia lagi-lagi berdarah-darah di sesi pagi ini. IHSG, barometer utama bursa, terjun bebas 2,61 persen ke level 7.509,10. Pelemahan tajam ini terjadi tepat di penghujung perdagangan sesi I, Jumat (6/3/2026).
Gelombang jual terlihat sangat dominan. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, hanya 101 yang berhasil naik. Sementara itu, 676 lainnya terpuruk, dan 181 sisanya diam di tempat. Volume perdagangan terpantau cukup tinggi, mencapai 17,4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,3 triliun. Angka itu menunjukkan betapa ramainya aksi jual yang terjadi.
Rupanya, tekanan jual ini sifatnya menyeluruh. Indeks-indeks utama lainnya ikut terseret. LQ45 turun 2,37 persen, IDX30 melemah 2,34 persen. Tak ketinggalan, indeks MNC36 dan JII juga terpangkas masing-masing 2,73 persen dan 2,89 persen. Suasana pesimis benar-benar menyelimuti pasar.
Yang lebih parah, semua sektor kompak dicat merah. Tak ada satu pun yang selamat. Mulai dari energi, keuangan, hingga teknologi semuanya terlihat lesu. Sektor properti dan kesehatan pun tak berkutik, ikut terjun ke dalam zona negatif.
Meski mayoritas saham terkapar, beberapa nama masih mampu menunjukkan perlawanan. Di tengah badai, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) justru melonjak 24,65 persen ke level Rp885. ALKA dan ENZO juga serupa, masing-masing naik signifikan 24,53 persen dan 20,88 persen. Mereka adalah sedikit dari segelintir saham yang jadi penyelamat portofolio.
Di sisi lain, daftar penderita jauh lebih panjang. PT MD Entertainment Tbk (FILM) misalnya, anjlok 15 persen ke Rp4.420. RODA dan INDO juga bernasib tak lebih baik, terkoreksi dalam hingga hampir 15 persen. Mereka adalah wajah-wajah yang mewakili sentimen negatif hari ini.
Kini, semua mata tertuju pada sesi II. Akankah IHSG bisa bangkit, atau justru melanjutkan tren penurunannya? Pasar menunggu dengan napas tertahan.
Artikel Terkait
TOBA Tetap Bagikan Dividen USD8,89 Juta Meski Rugi Bersih 2025 Capai USD162 Juta
Aset Investasi Tembus Rp1.084 Triliun, tapi Kontribusi ke PDB Masih Kalah Jauh dari Tetangga
Pemerintah Jajaki Impor Plastik Kemasan dari Malaysia Antisipasi Krisis Global
Ultra Voucher Genjot Strategi Kolaboratif untuk Perluas Pasar Voucher Digital