Cek Kesehatan Gratis Buka Borok: Hanya 3% Penderita Hipertensi yang Tekanannya Terkendali

- Senin, 19 Januari 2026 | 15:24 WIB
Cek Kesehatan Gratis Buka Borok: Hanya 3% Penderita Hipertensi yang Tekanannya Terkendali

Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar pemerintah ternyata menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta yang cukup mencengangkan: dari sekitar 6 juta peserta yang terdeteksi hipertensi, hanya 191 ribu orang saja yang tekanan darahnya berhasil dikendalikan. Angka itu tentu jauh dari harapan.

“Nah kita coba jalankan di beberapa puskesmas, ya prestasinya belum bagus. Dari 6 juta yang hipertensi, yang terkendali baru 191 [ribu],” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Padahal, konsekuensinya serius. Menurut Budi, membiarkan hipertensi tanpa penanganan selama bertahun-tahun adalah bom waktu. Risiko stroke dan serangan jantung mengintai.

“Orang hipertensi ini didiemin 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun jadi stroke, jadi jantung, wafat. Tapi kalau ketahuan dini, diobatin setiap hari, terkendali, dia bisa hidup sehat, nggak usah ke rumah sakit,” tegasnya.

Pernyataannya ini punya dasar yang kuat. Di Indonesia, penyakit kardiovaskular masih jadi pembunuh nomor satu. Namun begitu, kabar baiknya adalah pencegahan itu mungkin. Kuncinya ada pada pengendalian faktor risiko utamanya.

“Kardiovaskular sebagai penyebab kematian utama, yaitu stroke sama jantung. Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu penelitian menyebutkan bisa menurunkan prevalensi antara 30 sampai 50 persen,” jelas Budi.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘terkendali’? Bukan sekadar dapat obat. Budi membeberkan kriteria yang harus dipenuhi: pasien harus rutin minum obat, lalu dipantau secara berkala. Jika dalam dua kali pemeriksaan berturut-turut tekanan darahnya normal, barulah status itu diberikan.


Halaman:

Komentar