Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 10,8 Bulan ke Depan

- Jumat, 06 Maret 2026 | 12:00 WIB
Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 10,8 Bulan ke Depan

Jakarta – Kondisi pangan nasional, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, benar-benar dalam keadaan aman. Tak perlu ada kepanikan. Pernyataan ini ia sampaikan langsung di hadapan awak media dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat lalu (6 Maret 2026).

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Amran.

Angka-angka yang ia paparkan memang terbilang solid. Saat ini, total ketersediaan beras nasional menyentuh 27,99 juta ton. Rinciannya, stok di Perum BULOG ada 3,76 juta ton, sementara stok di level masyarakat diperkirakan sekitar 12,50 juta ton. Belum lagi ada padi yang siap panen atau standing crop, yang jumlahnya mencapai 11,73 juta ton. Dengan produksi yang terus berjalan, stok sebanyak itu diprediksi mampu memenuhi kebutuhan hampir setahun ke depan.

Produksinya sendiri terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Dari Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional sudah mencapai sekitar 16,92 juta ton. Rata-rata per bulannya bervariasi, antara 2,6 sampai 5,7 juta ton. Angka ini jelas di atas konsumsi rata-rata nasional yang ‘hanya’ 2,59 juta ton per bulan.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” tambahnya.

Di sisi lain, stok beras yang dikelola pemerintah juga kian membesar. Kini, gudang BULOG sudah menampung 3,7 juta ton. Dan diperkirakan dalam dua bulan mendatang, seiring panen raya di berbagai wilayah, angka itu bisa melonjak hingga menembus 5 juta ton. “Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelas Mentan.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar