BEI Dorong Emiten Tingkatkan Kepemilikan Saham Publik Minimal 15 Persen

- Selasa, 09 Juni 2026 | 09:35 WIB
BEI Dorong Emiten Tingkatkan Kepemilikan Saham Publik Minimal 15 Persen

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong seluruh perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik, atau yang dikenal dengan istilah free float, hingga minimal 15 persen. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa peningkatan free float akan memperkuat daya tarik perusahaan di mata investor, baik asing maupun lokal. Menurutnya, dengan proporsi saham publik yang memadai, perdagangan saham dapat berlangsung lebih likuid dan proses pembentukan harga terjadi secara wajar.

"Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor," ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Nyoman menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang bursa untuk meningkatkan kualitas perdagangan saham. Dengan demikian, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih kredibel dan dipercaya, sehingga mampu tumbuh secara lebih baik di masa mendatang.

"Pada akhirnya, peningkatan free float merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan peningkatan value bagi perusahaan secara berkelanjutan," lanjutnya.

Melalui penyelenggaraan Public Expose Live, Nyoman berharap perusahaan dapat memaparkan strategi bisnis mereka secara langsung kepada investor maupun calon investor. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mendorong peningkatan porsi kepemilikan saham publik hingga mencapai batas minimal 15 persen.

"Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menambahkan bahwa public expose live merupakan wujud keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat. Kegiatan ini, menurutnya, juga memberikan ruang diskusi bagi para investor dan calon investor untuk memahami lebih dalam prospek emiten.

"Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor 1-A. Dengan demikian, perusahaan tercatat dapat terus meningkatkan eksposur dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia," kata Samsul.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar