Dini hari nanti, Tottenham Hotspur kembali menghadapi ujian berat. Di kandang sendiri, mereka akan menjamu Crystal Palace dalam derby London yang ketiga kalinya secara beruntun. Beban pelatih Igor Tudor jelas: wajib menang. Tidak ada pilihan lain.
Rekor buruk mengintai. Jika gagal lagi, Spurs berisiko mencatatkan rekor tanpa kemenangan terpanjang mereka sepanjang sejarah Premier League. Situasinya memang suram. The Lilywhites sudah 10 laga liga tak merasakan kemenangan, terakhir tumbang 1-2 dari Fulham. Posisi mereka terpuruk di urutan 16 klasemen.
Yang bikin deg-degan, jarak dengan zona merah hanya tinggal empat poin. Tudor, yang dua laga awalnya berakhir dengan kekalahan, harus segera menemukan formula. Tekanan datang dari segala penjuru.
“Kita harus tetap fokus dan terus bekerja. Di masa sulit seperti ini, yang terpenting adalah tetap bersatu, berpikir positif, dan berusaha maksimal,”
kata Tudor, mencoba menenangkan situasi lewat pernyataan resmi klub.
Di sisi lain, kepercayaan diri dari dalam tim masih ada. Yves Bissouma, salah satu pilar tengah, mengaku seluruh skuad masih percaya pada pelatih dan satu sama lain. Menurutnya, yang dibutuhkan hanyalah sebuah momentum untuk memulai kebangkitan dan meraih kemenangan pertama di tahun 2026 ini.
“Kami yakin situasi ini akan berubah. Kami punya semua yang dibutuhkan, tinggal mencari cara yang tepat. Saya percaya kita bisa mengubah keadaan secepatnya,”
tegas Bissouma.
Ia berharap momentum itu dimulai dini hari nanti. Untuk itu, dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di Tottenham Hotspur Stadium mutlak diperlukan.
“Kita akan mulai dari laga ini. Kita butuh semua orang, setiap penggemar. Ini sangat penting, apalagi kita bermain di kandang sendiri,”
imbuhnya.
“Mereka selalu kita butuhkan. Saya rasa pertandingan besok adalah pertandingan penentu. Saatnya untuk berubah.”
Bagaimana dengan tamu? Situasi Crystal Palace boleh dibilang sedikit lebih lega. Meski pekan lalu juga kalah 1-2 dari Manchester United, mereka masih bertengger di posisi 14 dengan 35 poin. Secara tradisi, enam poin lagi mungkin cukup untuk menjamin keselamatan mereka.
Pelatih Oliver Glasner, yang sudah dipastikan hengkang di akhir musim, bisa lebih rileks menyambut laga ini. Memang, The Eagles sempat terpuruk dengan 12 laga tanpa menang di semua kompetisi antara Desember dan Februari. Tapi, mereka menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meraih tiga kemenangan dari enam laga terakhir.
Namun begitu, Glasner tak mau puas. Sorotannya adalah konsistensi timnya selama 90 menit penuh, sesuatu yang kerap luput.
“Yang penting bagi kami adalah kembali konsisten. Kami sering bermain bagus di babak pertama, atau 60 menit awal, tapi tidak bisa mempertahankannya sepanjang pertandingan,”
kritik pelatih asal Austria itu.
Palace datang dengan sejumlah masalah. Maxence Lacroix, yang mencetak gol, memicu penalti, dan dapat kartu merah melawan MU, pasti absen. Mereka juga kehilangan Cheick Doucoure, Eddie Nketiah, Jean-Philippe Mateta, dan Jefferson Lerma. Kabar baiknya, striker Jorgen Strand Larsen yang sempat cedera kini sudah fit dan siap turun.
Catatan bagus mereka: hanya sekali kalah dalam sembilan kunjungan terakhir ke markas rival London di Premier League.
Sementara itu, di kubu Spurs, ruang perawatan masih penuh. Mereka masih harus kehilangan banyak nama penting: Destiny Udogie, Lucas Bergvall, Ben Davies, Mohammed Kudus, Rodrigo Bentancur, Dejan Kulusevski, James Maddison, Wilson Odobert, dan Cristian Romero. Kemenangan tipis 1-0 mereka di Selhurst Park Desember lalu terasa jauh di ingatan.
Ada secercah harapan. Kevin Danso dan Pedro Porro sudah dinyatakan fit sepenuhnya. Djed Spence, yang absen karena masalah betis ringan, juga punya peluang untuk kembali.
Prakiraan Susunan Pemain:
Tottenham Hotspur (3-4-1-2): Vicario; Danso, Van de Ven, Dragusin; Porro, Sarr, Palhinha, Gray; Simons; Tel, Richarlison.
Crystal Palace (3-4-2-1): Henderson; Canvot, Richards, Riad; Munoz, Wharton, Kamada, Mitchell; Sarr, Johnson; Strand Larsen.
Artikel Terkait
Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Persiapan Konstruksi
Persib Waspadai Dewa United Meski Unggul Jauh di Klasemen
Pemain Bhayangkara Fadly Alberto Dicoret dari Timnas U-20 Usai Insiden Tendangan
Fadly Alberto Dicoret dari Timnas U-20 Usai Insiden Tendangan Brutal di Lapangan