Bongkar Kebusukan, Andrianto: Eggi Sujana Aktivis Bodrex
Sosok Eggi Sudjana kembali jadi sorotan. Kali ini, sorotan itu datang dari dalam lingkaran aktivis sendiri. Andrianto Andri, eksponen Angkatan 98, bicara blak-blakan. Ia membongkar apa yang disebutnya sebagai kontradiksi akut dalam diri Eggi sebuah pola lama yang katanya sudah berkali-kali merusak marwah gerakan.
“Dia sering memakai pola yang sama: menghajar, lalu diakhiri dengan transaksi. Omongannya keras, tapi perbuatannya berbelok,”
Begitu kata Andri, mantan Sekjen ProDem, saat dihubungi via telepon. Tanggalnya 19 Januari 2026. Ia menyebut Eggi bukan figur teladan, melainkan sosok dengan rekam jejak yang transaksional di mata kawan-kawan seperjuangan.
Andri lantas menyinggung satu kasus yang cukup menyita perhatian publik: polemik soal ijazah Presiden Jokowi. Awalnya, Eggi berada di barisan terdepan. Ia menyerang, membela Bambang Tri dan Gus Nur, dan lantang menyebut ijazah itu palsu di berbagai media.
Namun begitu status tersangka pencemaran nama baik melekat, sikapnya berbalik seratus delapan puluh derajat.
“Ujungnya justru damai di luar pengadilan lewat Restorative Justice. Dari musuh besar, tiba-tiba jadi sahabat,” tegas Andri.
Baginya, peristiwa ini adalah bukti nyata. Pengaruh Jokowi, meski masa jabatannya sudah berakhir, ternyata masih sangat kuat di tubuh kepolisian. “Ini berbahaya bagi demokrasi. Polisi kembali jadi alat barter dan tekanan politik,” katanya lagi.
Menurut Andri, perilaku Eggi bukan barang baru. Ia menguak memori tahun 1998, saat gerakan mendesak pengusutan skandal BLBI. Eggi ikut demo, tapi fokusnya hanya satu: menyerang Syamsul Nursalim.
Artikel Terkait
Kumparan Rayakan 9 Tahun dengan Live Seru dan Hadiah Rp 99 Juta
Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban Dikebut, Sorotan Kuat untuk Atur Child Grooming
Dewan Pers dan Komnas HAM Sepakati Kerja Sama Lindungi Jurnalis dari Kekerasan
DPR Buka Suara Publik untuk Revisi UU Pemilu, Pilpres Tetap Langsung