Andrianto Bongkar Pola Aktivis Bodrex Eggi Sudjana

- Senin, 19 Januari 2026 | 11:50 WIB
Andrianto Bongkar Pola Aktivis Bodrex Eggi Sudjana

Bongkar Kebusukan, Andrianto: Eggi Sujana Aktivis Bodrex

Sosok Eggi Sudjana kembali jadi sorotan. Kali ini, sorotan itu datang dari dalam lingkaran aktivis sendiri. Andrianto Andri, eksponen Angkatan 98, bicara blak-blakan. Ia membongkar apa yang disebutnya sebagai kontradiksi akut dalam diri Eggi sebuah pola lama yang katanya sudah berkali-kali merusak marwah gerakan.

“Dia sering memakai pola yang sama: menghajar, lalu diakhiri dengan transaksi. Omongannya keras, tapi perbuatannya berbelok,”

Begitu kata Andri, mantan Sekjen ProDem, saat dihubungi via telepon. Tanggalnya 19 Januari 2026. Ia menyebut Eggi bukan figur teladan, melainkan sosok dengan rekam jejak yang transaksional di mata kawan-kawan seperjuangan.

Andri lantas menyinggung satu kasus yang cukup menyita perhatian publik: polemik soal ijazah Presiden Jokowi. Awalnya, Eggi berada di barisan terdepan. Ia menyerang, membela Bambang Tri dan Gus Nur, dan lantang menyebut ijazah itu palsu di berbagai media.

Namun begitu status tersangka pencemaran nama baik melekat, sikapnya berbalik seratus delapan puluh derajat.

“Ujungnya justru damai di luar pengadilan lewat Restorative Justice. Dari musuh besar, tiba-tiba jadi sahabat,” tegas Andri.

Baginya, peristiwa ini adalah bukti nyata. Pengaruh Jokowi, meski masa jabatannya sudah berakhir, ternyata masih sangat kuat di tubuh kepolisian. “Ini berbahaya bagi demokrasi. Polisi kembali jadi alat barter dan tekanan politik,” katanya lagi.

Menurut Andri, perilaku Eggi bukan barang baru. Ia menguak memori tahun 1998, saat gerakan mendesak pengusutan skandal BLBI. Eggi ikut demo, tapi fokusnya hanya satu: menyerang Syamsul Nursalim.

“Anehnya, kemudian dia berhenti sendiri. Teman-teman aktivis tahu persis apa yang terjadi. Ada transaksi. Nilainya miliaran. Saksinya banyak,” ungkapnya.

Pola yang serupa terulang lagi. Kasus Hary Tanoesoedibjo di 2005, lalu berlanjut ke kasus Ahok tahun 2017. Polanya itu-itu lagi: keras di awal, lalu tiba-tiba melunak tanpa alasan yang jelas.

Andri bahkan punya istilah khusus yang sudah akrab di telinga para aktivis lama.

“Dia contoh klasik aktivis Bodrex. Hantam target, bikin target takut, lalu ajak damai dengan kompensasi uang,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling.

Maka tak heran, menurut Andri, kalau Eggi tak pernah menempati posisi strategis di pemerintahan. Coba bandingkan dengan rekan-rekan seangkatannya seperti Yusril atau Kaban. Mereka punya jalur karier yang jelas. “Eggi selalu mentok,” katanya singkat.

Ada satu hal lagi yang disoroti Andri: klaim kesehatan Eggi. Eggi mengaku menderita kanker usus stadium 4. Tapi Andri mempertanyakan keabsahannya, terutama setelah beredar kabar Eggi terlihat sedang mengemudi di Kuala Lumpur.

“Jangan-jangan ini juga bagian dari siasat cari simpati. Berdamai dengan Jokowi, dapat SP3, bahkan mungkin dapat ‘sangu’. Isunya sampai miliaran,” tegas Andrianto Andri.

Begitulah pengakuannya. Sorotan terhadap Eggi Sudjana, sekali lagi, menguak cerita lama yang tak kunjung usai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar