Sumbawa Perkuat Mitigasi Bencana Usai Catat Indeks Risiko Tertinggi di NTB

- Kamis, 05 Maret 2026 | 18:15 WIB
Sumbawa Perkuat Mitigasi Bencana Usai Catat Indeks Risiko Tertinggi di NTB

Kabupaten Sumbawa baru-baru ini menjadi tuan rumah sebuah rapat koordinasi penting. Forum Perangkat Daerah berkumpul membahas penanganan bencana dan perubahan iklim, sebuah isu yang kian mendesak. Rapat ini digelar oleh Program SIAP SIAGA, yang intinya ingin memperkuat kolaborasi dan pengelolaan risiko di daerah.

Nah, SIAP SIAGA sendiri adalah program kerja sama Indonesia dan Australia. Fokusnya ya di pengelolaan risiko bencana itu. Di NTB, program ini mendampingi beberapa kabupaten. Selain Sumbawa, ada juga Lombok Utara dan Lombok Tengah yang mendapat pendampingan serupa.

Lantas, kenapa Sumbawa yang dipilih? Menurut Prasetyo, Policy and Planning Specialist SIAP SIAGA NTB, jawabannya sederhana: permintaan langsung dari pemda setempat. Saat penyusunan rencana kerja tahunan, pemerintah daerah Sumbawa yang mengajukan diri. Permintaan itu kemudian disetujui, mengingat wilayah ini punya potensi risiko bencana yang tak bisa dianggap enteng.

“Berdasarkan capaian Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2025, Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Nusa Tenggara Barat, yakni sekitar 199.4. Karena itu diperlukan intervensi melalui Program SIAP SIAGA agar pengurangan risiko bencana dan isu perubahan iklim dapat terintegrasi dalam kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah,” jelas Prasetyo, Kamis (5/3/2026).

Prasetyo berharap, lewat penguatan kapasitas ini, organisasi perangkat daerah bisa lebih aktif. Harapannya, program pengurangan risiko bencana bisa meresap hingga ke tingkat akar rumput, ke masyarakat langsung.

Di sisi lain, respons dari pemerintah daerah pun terlihat positif. Muhammad Nurhidayat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, mengakui manfaat kehadiran program ini.

“Kehadiran Program SIAP SIAGA sangat membantu dalam pengelolaan manajemen bencana di daerah. Dengan keterlibatan seluruh instansi dan dukungan program ini, pengelolaan manajemen bencana di Kabupaten Sumbawa menjadi lebih terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan poin krusial: koordinasi lintas sektor. Menurutnya, koordinasi yang semakin baik ini akan mempermudah banyak hal ke depan. Baik dari sisi penyiapan sumber daya manusia, maupun dari penyediaan infrastruktur pendukung sistem penanggulangan bencana. Intinya, semuanya jadi lebih terarah.

Rapat itu sendiri, meski mungkin terlihat seperti agenda formal biasa, punya nuansa yang berbeda. Suasana ruang rapat dipenuhi oleh harapan dan sedikit kekhawatiran khas ketika membicarakan masa depan dan keselamatan warga. Langkah kolaboratif ini diharapkan bukan sekadar wacana, tapi benar-benar bisa diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar