Langit Doha kembali bergemuruh. Kamis (5/3) waktu setempat, rentetan ledakan keras menggema di atas ibu kota Qatar, diikuti kepulan asap hitam yang menjulang. Suasana mencekam ini datang hanya beberapa jam setelah pemerintah setempat mulai mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Sejak akhir pekan lalu, negara-negara Teluk memang jadi sasaran. Iran terus melancarkan gelombang serangan drone dan rudal, yang mereka sebut sebagai balasan atas gempuran AS dan Israel yang dimulai Sabtu (28/2) lalu. Qatar pun tak luput dari sasaran.
Menurut para jurnalis AFP di lokasi, ledakan Kamis itu termasuk yang paling dahsyat sejak konflik ini merembet ke wilayah Teluk. Guncangannya terasa jelas, meninggalkan tanda tanya besar di udara. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi soal kerusakan atau korban jiwa akibat insiden terbaru ini.
Namun begitu, situasinya semakin rumit. Ledakan-ledakan tadi terjadi di tengah ketegangan diplomatik yang justru memanas.
Artikel Terkait
Kemendagri Salurkan Rp10,6 Triliun untuk Pemulihan dan Mitigasi Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan