Indonesia punya harta karun tersembunyi di bawah lautnya. Bukan emas atau permata, tapi padang lamun. Menurut peneliti BRIN, Yusmiana Rahayu, ekosistem ini ternyata punya peran krusial dalam menyimpan karbon, yang bisa jadi senjata penting melawan perubahan iklim.
Dalam sebuah diskusi daring belum lama ini, Yusmiana memaparkan angka yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data luas padang lamun pada 2018, yang berkisar antara 875 ribu hingga 1,8 juta hektare, potensi penyimpanan karbonnya diperkirakan mencapai 0,26 hingga 0,55 gigaton karbon dioksida ekuivalen.
"Kemudian totalnya saya gabungkan setelah dikaitkan luas, mendapatkan 0,26 sampai 0,55 gigaton CO2 ekuivalen," ujar Yusmiana, seperti dilansir Antara.
Angka itu bukan main-main. Ia menggambarkan gabungan kemampuan penyimpanan karbon, baik yang ada di biomassa lamun itu sendiri maupun di dalam sedimen tempatnya tumbuh.
Nah, untuk memberi gambaran seberapa signifikan angka tadi, Yusmiana membandingkannya dengan laporan emisi nasional. Total emisi gas rumah kaca Indonesia di 2019 tercatat sekitar 1,84 Gt CO2e.
Artikel Terkait
Iran Bantah Target Azerbaijan, Klaim Serangan Drone untuk Pangkalan AS-Israel
Iran Klaim Serang Dua Pangkalan AS di Kuwait dengan Drone, Pihak AS dan Kuwait Belum Beri Tanggapan
Polisi Tangkap Ayah Tiri di Mojokerto Diduga Cabuli Anak sejak Kelas 3 SD
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Ormas Islam dan Pesantren di Istana