Mengurai Makna Surat Al-Muthaffifin Ayat 29-36
Ayat-ayat ini menggambarkan sebuah adegan sosial yang, jujur saja, masih sering kita saksikan. Orang-orang yang terperosok dalam dosa gemar mengejek dan mencemooh mereka yang beriman. Tatapan sinis, kedipan mata penuh makna semua itu adalah bahasa tubuh yang menyiratkan penghinaan.
Begitu para pendosa ini kembali ke kelompoknya, suasana pun berubah. Mereka riang gembira, seolah baru menyaksikan suatu pertunjukan. Dalam canda mereka, dengan entengnya mereka mencap orang-orang beriman itu sebagai “sesat”.
Padahal, satu hal yang sering terlupa: siapa sebenarnya yang memberi mereka mandat untuk menjadi hakim? Mereka sama sekali tidak ditugaskan sebagai penjaga atau pengawas bagi kaum mukmin.
Artikel Terkait
Prabowo Restitusi Rp 10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Pascabencana
Banjir Lumpuhkan Jakarta, Motor Diberi Akses Masuk Tol Pulo Mas
Hands Off Greenland: Warga Nuuk dan Denmark Serukan Kedaulatan di Tengah Dinginnya Politik
KUHAP Baru: Kekuasaan Polisi Menggurita, Perlindungan Warga Tergerus