Mananwir Paul Finsen Mayor: Papua Tak Perlu Lembaga Gemuk, Tapi Pemimpin yang Mau Dengar
Kritik pedas dilontarkan Senator Papua, Mananwir Paul Finsen Mayor, soal cara pemerintah menangani persoalan di tanah Papua. Dalam sebuah podcast Madilog yang tayang Sabtu lalu, 17 Januari 2026, ia menyoroti pola pendekatan yang dinilainya sudah salah arah dari awal.
Bagi Paul, inti masalahnya sebenarnya sederhana. Bukan soal kurangnya lembaga atau program. Tapi lebih pada absennya ruang untuk bicara secara jujur dan setara antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Selama ini, pendekatannya cenderung birokratis dan gemuk struktur. Terlalu banyak kepentingan politik yang main, sementara dampak nyata buat warga adat hampir tak terlihat.
"Presiden tinggal tanya saja, masyarakat Papua maunya apa? Sawit atau sagu? Itu harus dibicarakan langsung," tegas Finsen dalam dialog itu.
Dialog semacam itu, menurutnya, harus difasilitasi tim independen yang kredibel. Ia mendorong Presiden agar melibatkan BRIN untuk memetakan tokoh-tokoh Papua yang layak diajak bicara. "Akademisi BRIN itu melihat Papua secara lurus, objektif, bukan berdasarkan kepentingan politik," katanya. Ia mencontohkan nama-nama seperti Ikrar Nusa Bhakti dan Adriana Elizabeth sebagai akademisi yang paham betul persoalan Papua.
Di sisi lain, Paul secara keras mengkritik lembaga-lembaga baru yang terus bermunculan. Sebut saja Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEP OKP) yang dipimpin Felix Wanggai. Menurutnya, ini cuma memperpanjang rantai birokrasi belaka. "Dari dulu lembaganya ganti-ganti nama. Strukturnya makin gemuk, tapi fungsinya tidak terasa," ujarnya dengan nada kesal.
Padahal, dalam situasi negara yang katanya sedang efisiensi anggaran, membentuk badan baru justru terasa kontradiktif. Terlalu banyak institusi dari Jakarta yang turun tangan, tapi koordinasi berantakan dan akuntabilitasnya minim. "Yang terlihat hanya koordinasi, makan-makan, rapat-rapat. Apa output-nya? Tidak jelas," tegas Paul.
Artikel Terkait
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta
Ketua RT di Karanganyar Luncurkan Ronda Terbang, Pantau Kampung dengan Drone Hasil Tabungan 7 Tahun
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur