Sudah enam hari berlalu, tapi air belum juga mau pergi. Desa Surianeun di Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, masih terendam banjir hingga Kamis (15/1/2026) ini. Sungai Cilemer meluap, menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air yang dalam beberapa titik mencapai sekitar satu meter.
Aktivitas warga pun lumpuh total. Jalan-jalan lingkungan hilang, berubah menjadi kanal. Mau keluar rumah saja susah, apalagi buat beraktivitas normal. Sebagian besar warga terpaksa bertahan di dalam rumah, menghadapi segala keterbatasan yang ada.
Bukan cuma Surianeun yang kebanjiran. Kecamatan tetangga seperti Pagelaran dan Patia juga ikut merasakan dampaknya. Menurut sejumlah saksi, situasi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik dalam waktu dekat.
Penyebabnya jelas: hujan deras yang tak henti-henti mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir. Air dari sana mengalir deras, membanjiri sungai hingga akhirnya meluap ke pemukiman.
Artikel Terkait
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet
Kelahiran Pertama Macan Tutul Amur di Wina Setelah Delapan Tahun
Ego Harus Terkubur: Dahnil Ingatkan Petugas Haji Soal Pengorbanan Jemaah yang Jual Rumah Demi Baitullah