Di hadapan anggota Komisi V DPR, Teuku Faisal Fathani dari BMKG membeberkan kondisi cuaca jelang insiden pesawat ATR 42-500 di Pangkep. Rapat kerja yang digelar di Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026) itu menyoroti momen saat pesawat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin.
Menurut Faisal, penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, awalnya berlangsung dengan cuaca yang cukup bersahabat. Segalanya tampak normal.
“METAR dari Bandara Adisutjipto menunjukkan angin timur laut berkecepatan 4 knot, jarak pandang mencapai 6 kilometer. Tekanan udara dan suhu pun dalam batas wajar,” jelas Faisal.
“Cuaca signifikan tak terpantau. Cuma ada satu dua gumpalan awan di ketinggian sekitar 1.800 kaki, sehingga kondisi cenderung cerah. Prakiraan untuk 30 jam ke depan di sana juga secara umum masih baik,” sambungnya.
Artikel Terkait
Sindikat Senjata Rakitan di Sumedang Belajar Modifikasi dari YouTube
Jenazah Pramugari ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Terjal Bulusaraung
Yerusalem Bergejolak: Markas UNRWA Dihancurkan, Israel Sebut Hari Bersejarah
Basarnas Tegaskan Tak Ada Korban Selamat, Tapi Harapan Mukjizat Tetap Menyala