RSUD Tamiang Bangkit dari Lumpur, Air Bersih Jadi Prioritas

- Jumat, 02 Januari 2026 | 09:55 WIB
RSUD Tamiang Bangkit dari Lumpur, Air Bersih Jadi Prioritas

RSUD Tamiang di Aceh Tamiang perlahan mulai berfungsi lagi. Pasca bencana yang melanda, suasana di sana kini ramai dengan aktivitas pembersihan. Kementerian PU, seperti dilaporkan, masih terus bekerja keras menangani kerusakan yang ada.

Fokus utama mereka saat ini ada dua. Pertama, membersihkan ruang layanan utama dari tumpukan lumpur yang mengendap. Kedua, dan ini tak kalah penting, memulihkan pasokan air bersih dari SPAM IKK Karang Baru agar rumah sakit bisa benar-benar beroperasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar di fasilitas publik seperti ini adalah prioritas.

“Amanah Presiden, dalam kondisi tanggap darurat ini seluruh rumah sakit dan puskesmas dapat difungsikan secara maksimal seiring berjalannya waktu," ujarnya, Jumat lalu.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap jalan di masa-masa sulit ini.

Untuk menangani area seluas lebih dari 41 ribu meter persegi itu, Kementerian PU tak main-main. Mereka mengerahkan 137 pekerja. Dua unit ekskavator dan sembilan dump truck dikerahkan untuk mengangkut material sisa banjir. Namun begitu, tak semua area bisa dijangkau alat berat.

Makanya, tim di lapangan juga dilengkapi peralatan manual: puluhan cangkul, angkong, dan sekop untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit.

Di sisi lain, upaya pemulihan juga berjalan di sistem penyediaan air. SPAM Karang Baru yang berkapasitas 100 liter per detik sedang dipulihkan untuk menyuplai kebutuhan rumah sakit. Kerja yang dilakukan termasuk pembersihan sedimen, persiapan fabrikasi IPA Baja baru, serta perawatan IPA Beton yang sudah ada agar setidaknya bisa berfungsi darurat dulu.

“Air bersih harus segera tersuplai ke rumah sakit. Kita akan mempercepat penyambungan pipa dari IPA Karang Baru ke rumah sakit ini agar air dapat memenuhi kebutuhan dari setiap ruangan-ruangan yang sudah beroperasi,” tekan Menteri Dody.

Saat ini, pipa dari SPAM mulai disambungkan. Perbaikan jaringan internal rumah sakit yang tersumbat lumpur juga dikerjakan paralel.

Menurut sejumlah saksi, kondisi awal rumah sakit ini memang memprihatinkan. Halaman dan semua ruangan tanpa terkecuali tertimbun lumpu, saluran drainase pun tersumbat. Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Andika Putera, menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat tim PU.

“Alhamdulillah, kita dapat dibantu oleh Kementerian PU untuk membersihkan seluruh area rumah sakit dan mendapati perbedaan yang signifikan. Diharapkan sekitar seminggu ke depan dapat clear (beres) semua," harap Andika.

Harapannya jelas: agar layanan kesehatan untuk warga Aceh Tamiang bisa sepenuhnya pulih dalam waktu dekat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar