Meta Bersiap PHK Ribuan Karyawan, Didorong Investasi Besar-besaran di AI

- Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB
Meta Bersiap PHK Ribuan Karyawan, Didorong Investasi Besar-besaran di AI

Rencana pengurangan karyawan besar-besaran kembali menghantui raksasa teknologi Meta. Kabarnya, perusahaan yang menaungi Facebook dan Instagram itu bersiap memangkas ribuan pekerjanya, mungkin saja mulai bulan depan.

Menurut sejumlah sumber yang berbicara kepada Reuters, seperti dilaporkan Fox Business, sekitar 8.000 orang terancam kehilangan pekerjaan mereka pada bulan Mei mendatang. Itu baru gelombang pertama.

Faktanya, rencana PHK ini disebutkan bakal berlanjut di paruh kedua tahun 2026. Meski begitu, detailnya seperti apa masih simpang siur dan belum bisa dipastikan.

Ini bukan kali pertama Zuckerberg mengambil langkah drastis. Sebelumnya, media sudah memberitakan soal kemungkinan pemotongan hingga 20% dari total karyawan. Angka yang fantastis. Dorongan utamanya? Biaya operasional untuk pengembangan kecerdasan buatan yang membengkak luar biasa.

Mark Zuckerberg memang tak main-main soal AI. CEO Meta itu telah mengucurkan miliaran dolar untuk sektor ini, menggeser fokus perusahaan secara masif. Investasi besar itu, rupanya, harus dibayar mahal.

Dengan jumlah karyawan mendekati 79.000 orang per akhir Desember lalu, pemotongan 20% akan menjadi restrukturisasi paling signifikan sejak awal 2023. Bayangkan dampaknya.

Gelombang PHK sebelumnya masih jelas dalam ingatan. Akhir 2022, sekitar 11.000 orang harus pergi. Lalu, beberapa bulan berikutnya, ada lagi 10.000 pekerja yang dipangkas. Polanya terlihat, dan kini mungkin akan terulang dengan skala lebih besar.

Meta bukan satu-satunya, sih. Tren serupa melanda industri teknologi. Amazon, contohnya, juga melakukan hal yang kurang lebih sama. Mereka mengumumkan pemangkasan sekitar 30.000 posisi, yang sebagian dikaitkan dengan efisiensi dan pergeseran ke AI.

Lanskap industri berubah cepat. Dan sayangnya, perubahan itu seringkali berujung pada meja yang tiba-tiba kosong bagi banyak orang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar