Namun begitu, perhatian utama tertuju pada kondisi di tujuan. Laporan METAR Bandara Sultan Hasanuddin pada 17 Januari 2026, pukul 12.30 WITA, mencatat situasi yang relatif aman untuk pendaratan. Angin barat berkecepatan 13 knot dan jarak pandang 9 kilometer menjadi poin utamanya.
Suhu tercatat 31°C dengan tekanan 1.007 mb. Meski begitu, Faisal menyebut ada hujan sesaat di area bandara.
“Awan kumulonimbus terpantau 1-2 oktas di ketinggian 1.700 kaki. Lalu, ada lagi lapisan awan yang lebih padat, sekitar 3-4 oktas, menggelantung di ketinggian 1.800 kaki,” paparnya merinci.
Rincian teknis itu kini jadi bahan penyelidikan, mencoba mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di langit Pangkep siang itu.
Artikel Terkait
Iran Tantang AS di Selat Hormuz, Klaim Serangan Kapal Tanker
Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras dan Perluas Target Penghancuran
Polri Tanam Jagung Serentak di Seluruh Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan