Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro bakal bertemu di Gedung Putih. Pertemuan itu direncanakan berlangsung tidak lama lagi, sebuah perkembangan yang cukup mengejutkan mengingat hubungan mereka baru-baru ini memanas.
Menurut laporan AFP, Kamis lalu, rencana pertemuan ini diatur setelah kedua pemimpin itu berbicara lewat telepon. Padahal, sebelumnya Trump tak segan menuding Petro terlibat dalam bisnis narkoba. Jadi, telepon itu bisa dibilang meredakan ketegangan yang sempat memuncak.
Di akun Truth Social-nya, Trump mengonfirmasi percakapan tersebut. Mereka membahas perbedaan pendapat, termasuk soal perdagangan obat-obatan terlarang.
Ungkapan Trump itu terdengar jauh lebih diplomatis. Padahal, cuma beberapa hari sebelumnya, tuduhannya terhadap Petro sangat keras dan personal.
Semua ini berawal dari serangan mendadak pasukan AS ke Caracas, Venezuela, awal bulan ini. Tujuannya jelas: menggulingkan Nicolas Maduro. Nah, sehari setelah operasi militer itu, di dalam Air Force One, Trump mulai melontarkan ancaman serupa ke Kolombia.
Dia menyebut negara itu "sangat sakit" dan dijalankan oleh "orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."
Artikel Terkait
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz