Roy Suryo dan Rismon Bagikan Buku Kontroversial soal Gibran di CFD Bundaran HI

- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:00 WIB
Roy Suryo dan Rismon Bagikan Buku Kontroversial soal Gibran di CFD Bundaran HI

Bundaran HI di hari Minggu pagi, 25 Januari 2026, seperti biasa ramai oleh pengunjung Car Free Day. Tapi ada yang berbeda. Di tengah kerumunan itu, Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar sibuk membagikan buku. Judulnya mencolok: GIBRAN'S END GAME WAPRES TAK LULUS SMA.

Kalau melihat judulnya, bisa ditebak isinya. Dan aksi bagi-bagi buku gratis ini tentu saja bikin banyak orang berkomentar. "Jokowi bisa tambah sakit nih," begitu kira-kira celetukan yang beredar di antara mereka yang melihat.

Rismon sendiri kemudian mengunggah postingan di akun X-nya. Ia mengonfirmasi aksi tersebut.

"RISMON DAN ROY BAGIKAN 260 BUKU GIBRAN ENDGAME GRATIS DI CFD JAKARTA BERKAT DONATUR Irwan Arya dari Morowali dan Seorang Donatur dari TANAH KARO!"

Buku yang dibagikan itu bukan sembarang tulisan. Menurut penjelasan yang beredar, ini adalah hasil penelitian yang ditulis oleh Rismon sendiri, yang berprofesi sebagai ahli digital forensik. Isinya, ya, mengulik soal latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Yang menarik, peluncuran buku ini sengaja dikaitkan dengan sebuah gerakan. Rismon meluncurkannya bersamaan dengan apa yang disebut "Resolusi Lengserkan Wapres Gibran di Tahun 2026." Sebuah timing yang jelas-jelas politis dan penuh perhitungan.

Aksi di CFD itu pun terekam dan viral di media sosial. Sebuah akun dengan nama BP™ menyoroti suasana saat buku dibagikan.

Bikin Geng Oslo dan Termul makin kepanasan 🤗

200 Buku Gibran End Game, Gratis dibagikan di Car free day di Bundaran HI oleh Rismon dan Roy Suryo.

Video-video pendek yang beredar menunjukkan antusiasme sebagian pengunjung CFD yang mengambil buku tersebut. Roy Suryo, dengan gaya khasnya, terlihat aktif menyerahkan buku ke tangan orang yang lewat.

Semua ini terjadi di ruang publik, di hari libur, di depan ratusan pasang mata. Bukan di seminar tertutup atau jumpa pers. Mungkin itu strateginya: langsung ke masyarakat, biar pesannya menyebar tanpa filter. Dan sepertinya, berhasil.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar