JAKARTA Kabar yang beredar menyebut selebgram Ayu Aulia bergabung sebagai tim kreatif di Kementerian Pertahanan. Tapi, ceritanya tak sesederhana itu. Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia atau GBN-MI langsung angkat bicara, menegaskan bahwa Ayu sama sekali bukan bagian dari struktur Kemhan.
Menurut mereka, Ayu Aulia hanya terlibat di internal organisasi GBN-MI. Soal acara pelantikan yang ramai dibicarakan, itu murni agenda internal mereka pada 19 Desember lalu. “Tidak ada kaitan struktural maupun kelembagaan dengan Kemhan,” begitu penegasan dari pihak GBN-MI.
Faisal Manaf, Ketua Umum GBN-MI, memberikan penjelasan lebih rinci. Memang acara pelantikan pengurus mereka digelar di Aula Bela Negara, Gedung Kemhan, bertepatan dengan Peringatan Hari Bela Negara. Namun begitu, penggunaan aula itu tidak lantas menjadikan acara tersebut sebagai pelantikan resmi oleh kementerian.
Lalu, bagaimana dengan posisi Ayu Aulia?
“Dia hanya berperan sebagai bagian dari tim kreatif internal organisasi kami,” jelas pernyataan GBN-MI. Mereka juga menekankan bahwa Ayu tidak menerima bayaran apa pun atas keterlibatannya.
Pernyataan serupa bahkan muncul di laman resmi Kemhan, yang dikutip pada Minggu (28/12/2025).
“Serta tidak memiliki status, penugasan, atau keterikatan dalam kapasitas apa pun dengan Kementerian Pertahanan, baik secara struktural maupun nonstruktural,” tulis keterangan tersebut.
Di sisi lain, Kemhan sendiri melalui Biro Informasi Pertahanan menyambut baik klarifikasi ini. Mereka memandangnya sebagai upaya menjaga akurasi informasi di publik. Kementerian juga kembali menegaskan: tidak ada pelantikan, pengangkatan, atau penugasan figur publik manapun sebagai tim kreatif mereka dalam kegiatan itu.
Harapannya, dengan penjelasan berlapis ini, kesalahpahaman di masyarakat bisa dihentikan. Kemhan berharap semua pihak bisa bersinergi menanamkan nilai-nilai bela negara secara tepat dan bertanggung jawab, tentu saja dalam koridor hukum dan kebijakan yang berlaku.
Artikel Terkait
Bandara Dubai Pertahankan Gelar Bandara Tersibuk Dunia dengan 95,2 Juta Penumpang
Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Ekonomi dan Stok Pangan
Kemenhaj Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,1 Triliun untuk Operasional Haji 2026
KPK Geledah Kantor Pajak dan Perusahaan Terkait Kasus Restitusi Banjarmasin