Jakarta, Rabu siang itu, Istana Kepresidenan tampak ramai oleh kedatangan tamu-tamu penting. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri kabinetnya untuk sebuah pertemuan. Di antara yang hadir, terlihat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Airlangga sendiri tiba sekitar pukul satu siang. Ia tampak santai dengan kemeja putihnya, tapi enggan berkomentar panjang soal agenda rapat.
“Nanti kita tungguin,” ujarnya singkat saat disambut para wartawan.
Pertanyaan mengenai pertemuan Prabowo dengan sejumlah konglomerat di Hambalang pun tak dijawabnya secara gamblang. Airlangga hanya menyebut bahwa isu ekonomi pasti akan dibahas.
“Pasti bahas masalah ekonomi. Apanya nanti kami dengar langsung dari presiden. Kita tunggu dan dengarkan langsung,” jelasnya.
Nada serupa datang dari Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Menurutnya, ini hanyalah koordinasi rutin belaka.
“Koordinasi biasa lah. Belum tahu nanti materinya apa,” kata Dony.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan yang lebih spesifik. Ia mengaku akan melaporkan perkembangan terkini sektor pangan kepada Presiden.
“Progres pangan khususnya beras, kemudian jagung dan hilirisasi, harga juga, stok pangan,” sebut Amran.
Ia bahkan membeberkan data stok beras yang cukup menggembirakan. Saat ini, katanya, stok sudah mencapai 3,4 juta ton.
“Kemungkinan akhir bulan 3,8 juta ton. Bulan Maret itu bisa 4 juta ton. Salah satunya, kalau untuk pakan kan sudah swasembada tidak ada impor tahun 2025, tinggal yang industri nanti,” paparnya panjang lebar.
Pertemuan siang itu pun berlanjut, dengan agenda yang tetap dijaga ketat dari publik. Para menteri masuk, sementara para awak media masih menunggu di luar, berharap dapat informasi lebih usai rapat berakhir.
Artikel Terkait
Bloomfield Anggap Tanggung Jawab Penuh Atas Kekalahan Telak Oxford United
Kemenperin Tegaskan Penguatan Galangan Kapal Nasional sebagai Kebutuhan Strategis
Bandara Dubai Pertahankan Gelar Bandara Tersibuk Dunia dengan 95,2 Juta Penumpang
Kemenhaj Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,1 Triliun untuk Operasional Haji 2026