Hujan deras yang mengguyur Jawa selama beberapa hari terakhir benar-benar mengacaukan perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa membatalkan puluhan jadwal. Sampai Minggu (18/1/2026) ini, jumlahnya mencapai 82 perjalanan yang dibatalkan. Cuaca ekstrem ini memang di luar kendali mereka.
Di lapangan, situasinya cukup pelik. Ada beberapa titik banjir yang mengganggu operasi, terutama di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Untuk jaminan keselamatan, pengaturan operasional khusus pun diterapkan. Tak ada pilihan lain.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan petugas adalah yang utama. Semua keputusan diambil dengan pertimbangan itu.
“Dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan maupun emplasemen, KAI mengambil langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan dan pengaturan perjalanan kereta api. Seluruh keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar,” ujar Bobby melalui keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).
Gangguan terparah terjadi di Daop 4 Semarang, tepatnya di petak antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Tanggul sungai jebol, air meluap, dan lintasan pun terendam. Awalnya masalah muncul Jumat dini hari, tapi hujan yang tak kunjung reda Sabtu malam memperburuk keadaan. Jalur rel terendam sekitar 23 sentimeter! Sampai Minggu pagi, banjir malah meluas ke titik baru karena tanggul yang ambrol.
Penanganan darurat dilakukan. Saat ini, perjalanan hanya bisa lewat satu jalur dengan pengawalan ketat menggunakan lokomotif BB304. Itu pun sambil menunggu kondisi benar-benar aman. Mereka harus berpacu dengan alam, termasuk menghadapi pengaruh pasang laut di pesisir utara Jawa.
Sementara itu, di Jakarta, kondisi juga tidak lebih baik. Genangan air muncul di sejumlah titik vital: Stasiun Kampung Bandan, petak Jakarta Kota-Tanjung Priok, hingga emplasemen Sungai Lagoa. Ketinggian air sempat mencapai 10 sentimeter dari kepala rel. Respons KAI cepat: pembatasan kecepatan, pemasangan semboyan peringatan, dan rekayasa operasi untuk Commuter Line diberlakukan.
Angkanya cukup mencengangkan. Dari total 593 perjalanan antarkota di Jawa periode Jumat hingga Minggu, 82 dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan batal Jumat dan 61 batal Minggu. Belum lagi 17 perjalanan lainnya yang terpaksa dialihkan lewat rute memutar lewat Cirebon-Kroya-Yogyakarta-Solo.
Keterlambatan? Sudah pasti. Ada 76 perjalanan yang terlambat dengan rata-rata hampir 4 jam. Bahkan, hingga Minggu siang, 51 perjalanan yang berangkat Jumat masih belum sampai tujuan. Rekor keterlambatan tertinggi dicatat KA Argo Muria dengan telat hampir 8 jam untuk kedatangan. Angkutan barang juga kena imbas, 16 perjalanan dibatalkan.
Dampaknya langsung terasa ke penumpang. Hingga pukul 08.00 WIB Minggu, tercatat 8.615 tiket jarak jauh dibatalkan oleh pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan upaya pemulihan yang sedang berjalan.
“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan,” jelas Anne.
Menurut Anne, selain penanganan darurat, KAI juga memperkuat langkah pencegahan jangka panjang. Mereka berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait agar prasarana lebih siap hadapi cuaca ekstrem ke depan.
“Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan. KAI akan terus menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala kepada masyarakat. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terganggunya perjalanan kereta dampak banjir," pungkas Anne.
Jadi, begitulah situasinya. Cuaca ekstrem memang memukul operasional kereta api. KAI berusaha menyeimbangkan antara keselamatan dan pelayanan, meski konsekuensinya adalah pembatalan dan keterlambatan yang tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Akan Konsultasi Ahli Syariat Soal Cara Musnahkan Ikan Sapu-sapu
BNI Pastikan Pengembalian Dana Rp28 Miliar Paroki Aek Nabara Rampung Pekan Ini
Meta Bersiap PHK Ribuan Karyawan, Didorong Investasi Besar-besaran di AI
Pupuk Indonesia Tegaskan Prioritas Pasokan Domestik Sebelum Ekspor Urea